Breaking News:

VIDEO-Sengketa Lahan Objek Wisata Sari Ater, Penggugat Yakin Menang, Ingin Ganti Rugi Rp 206 Miliar

Selain menggugat hak kepemilikan tanah atau lahan, para ahli waris juga menggugat ganti rugi pemanfaatan lahan sebesar Rp 206 miliar kepada tergugat.

Laporan Kontributor TribunJabar.id, Irvan Maulana

TRIBUNJABAR.ID, SUBANG - Kabar terkini sengketa lahan objek wisata Sari Ater, Subang. Selain menggugat hak kepemilikan tanah atau lahan, para ahli waris juga menggugat ganti rugi pemanfaatan lahan sebesar Rp 206 miliar kepada para tergugat.

Diketahui, sejak bergulirnya kasus gugatan tersebut pada akhir tahun 2020, proses sidang sengketa lahan tersebut sudah memakan banyak waktu. Kasus ini cukup alot.

Pada Selasa (23/3/2021), sidang pembuktian dilakukan di atas objek sengketa yang berlokasi di objek wisata Sari Ater, Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang.

Para penggugat yakin akan menang karena berbekal bukti yang mereka miliki serta pembuktian melalui keterangan para saksi maupun saksi ahli. 

Kuasa hukum ahli waris (penggugat) Abshar Kartabrata mengungkap, saat sidang pembuktian batas objek sengketa, dia merasa hal itu cukup membuktikan.

"Pembuktian pertama oleh adanya topografi Kodam, itu jauh, tahun 1934. Peta itu juga bukan dibuat oleh kita," kata Abshar ketika diwawancara Tribun di lokasi objek sengketa, kawasan wisata Sari Ater, Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang, Selasa (23/3/2021).

Peta topografi yang dibuat oleh Kodam adalah peta yang representasi grafis dari bagian permukaan bumi yang ditarik ke skala. Peta itu terlihat dari atas serta menggunakan warna, simbol, dan label untuk mewakili fitur yang ditemukan pada permukaan bumi.

Halaman
123
Penulis: Irvan Maulana
Editor: Teguh Kurnia
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved