Memimpin Daya Group Dalam Menghadapi Kondisi Double Disruption: Digitalisasi dan Pandemi Covid-19

EO PT Daya Adicipta Mustika (Daya Group), Krisgianto Lilikwargawidjaja, meraih predikat Indonesia Best CEO 2020 versi

Istimewa
CEO PT Daya Adicipta Mustika (Daya Group), Krisgianto Lilikwargawidjaja. 

TRIBUNJABAR.ID - BANDUNG – CEO PT Daya Adicipta Mustika (Daya Group), Krisgianto Lilikwargawidjaja, meraih predikat Indonesia Best CEO 2020 versi Majalah SWA. Ajang Best CEO ini diselenggarakan oleh majalah SWA yang bekerjasama dengan Dunamis pada tahun 2020 lalu.

Pemberian penghargaan dilakukan secara virtual pada hari Kamis tanggal 25 Februari 2021 lalu. The Best CEO Award 2020 adalah suatu penghargaan yang istimewa karena merupakan sebuah apresiasi bagi para CEO terbaik di Indonesia. Penilaian Best CEO ini dinilai berdasarkan pilihan Karyawan atas kinerja pimpinannya di Era Pandemi ini dalam membangun trust, mencari terobosan dan mengembangkan sumber-sumber pendapatan baru.

CEO PT Daya Adicipta Mustika (Daya Group), Krisgianto Lilikwargawidjaja.
CEO PT Daya Adicipta Mustika (Daya Group), Krisgianto Lilikwargawidjaja. (Istimewa)

Terpilihnya Bapak Krisiganto sebagai Indonesia Best CEO 2020 ini karena kepemimpinannya di Daya Group dalam menghadapi kondisi double disruption di masa Pandemi Covid-19. Seperti kita ketahui, pandemi Covid-19 yang melanda seluruh pelosok dunia ini memukul semua sektor bisnis di tahun 2020. Daya Group yang memiliki beberapa sektor bisnis juga turut merasakan hal yang sama. Sektor otomotif, khususnya penjualan sepeda motor dan mobil yang berada dibawah naungan Subco Daya Group berada di titik terendah pada bulan April-Mei 2020, turun hingga 70% dibandingkan penjualan rata-rata kwartal 1 2020. Sedangkan sektor kesehatan dan perkebunan relatif jauh lebih baik kondisinya. Kondisi ini tentunya sangat berdampak terhadap moral karyawan dan kondisi keuangan di masing-masing perusahaan.

CEO Daya Group, Krisgianto Lilikwargawidjaja mengungkapkan, “Dalam menjalankan bisnisnya, Daya Group memiliki Filosofi, yaitu Partnership and Excellence. Prinsip Partnership yang dimaksud disini adalah Daya Group selalu berusaha menjalin kerjasama yang baik dengan semua pihak, baik eksternal maupun internal. Partnership yang baik baru akan terbentuk jika ada kepercayaan atau trust dari pihak-pihak yang terlibat. Sedangkan, Excellence artinya Daya Group selalu berusaha untuk mencapai yang terbaik, dalam Proses dan Peoplenya.”

“Di masa pandemi ini, bentuk nyata implementasi dari Filosofi tersebut benar-benar diuji, bagaimana hubungan partnership yang baik dengan karyawan, jaringan, rekanan Bank, Perusahaan Pembiayaan, dan Supplier, yang disertai dengan proses dan sumber daya manusia yang excellence dapat membawa kami semua melewati krisis ini dengan cukup baik,” ujar Krisgianto.

Komunikasi yang terbuka dari perusahaan ke karyawan merupakan faktor penting dalam membangun kepercayaan. Karyawan harus mengerti kondisi perusahaan sehingga mereka dapat fokus dalam bekerja. Di awal masa pandemi, Krisgianto secara langsung menyatakan kepada karyawan bahwa walaupun berada di dalam kondisi yang sulit namun manajemen selalu berkomitmen akan tetap berusaha semaksimal mungkin membawa perusahaan keluar dari kondisi ini dengan selamat.

Untuk memastikan keselamatan dari perusahaan beliau langsung membuat Business Stress Test dengan berbagai skenario, dengan tujuan mendapatkan opsi-opsi yang cukup resilient dalam menghadapi banyak ketidakpastian pada saat itu. Disamping itu, manajemen juga membentuk tim Komite Covid-19 dari lintas perusahaan untuk menangani isu-isu terkait Covid-19. Mereka langsung bekerja dengan membuat kebijakan dan informasi untuk dikomunikasikan kepada seluruh karyawan.

Keseriusan Daya Group untuk memberikan rasa aman dan memastikan seluruh karyawannya tetap produktif dengan menghadirkan aplikasi My Daya yang dapat diunduh di App Store dan Google Play Store. Aplikasi ini telah dilengkapi dengan fitur Health Declare Monitoring dan GPS Tracking yang harus diisi oleh seluruh Karyawan, karena berfungsi juga sebagai absensi ketika Work From Home (WFH) maupun Work From Office (WFO).

Melalui aplikasi My Daya, karyawan wajib menginformasikan kondisi kesehatan diri dan keluarganya setiap hari. Apabila ada karyawan yang terdeteksi masuk di kategori high risk akan di follow up oleh tim Komite Covid-19 Daya Group. “Dengan adanya keterbukaan informasi dari karyawan, maka perusahaan dapat meminimalisasi risiko penyebaran Covid-19 di lingkungan kerja,” katanya.

Secara konsisten dan berkesinambungan Daya Group juga memberikan edukasi mengenai Covid-19 kepada seluruh karyawan dan keluarganya. Edukasi yang diberikan tentunya bervariatif mulai dari video-video edukasi, buku saku, poster, hingga mengundang narasumber dari tenaga kesehatan untuk melakukan sharing kepada karyawan beserta keluarganya.

Lebih lanjut, Krisgianto mengungkapkan, “Situasi pandemi ini menuntut kami untuk dapat cepat beradaptasi menggunakan teknologi yang tepat guna agar setiap strategi dan aktifitas yang sudah direncanakan dapat dieksekusi dengan baik.”

Proses kerja yang sebelumnya dilakukan secara offline menjadi berbasis online, seperti virtual training, virtual exhibition, virtual GENBA, dan online meeting. Termasuk penggunaan e-sign atau tanda tangan electronic untuk mempercepat proses administrasi baik di sisi internal maupun eksternal dan memutus rantai penyebaran Covid-19.

“Untuk memastikan transformasi digital ini berjalan dengan baik, kami mendorong karyawan untuk menambah kompetensinya dengan mempelajari hal-hal baru yang dibutuhkan untuk beradaptasi dengan kondisi new normal antara lain dengan mengikuti webinar, belajar melalui media youtube, dan proses knowledge sharing antar karyawan,” ujarnya.

Selain di sisi internal, tanggung jawab ke pihak eksternal juga diperhatikan untuk memastikan keberlangsungan jaringan yang berada dibawah naungan Daya Group. Seluruh jaringan wajib menerapkan Protokol Kesehatan agar operasional dealer dan bengkel dapat tetap berjalan dengan optimal, sehingga dapat memberikan rasa aman bagi konsumen yang datang.  Secara berkala Manajemen Daya Group melakukan Genba Virtual ke setiap jaringan, untuk memastikan penerapan protokol kesehatan dan pelayanan yang optimal kepada seluruh konsumen. Karena bagi Daya Group keselamatan dan kepuasan konsumen merupakan hal yang utama.

Khusus untuk usaha di bidang otomotif roda dua yang merupakan backbone dari bisnis Daya Group, inisiatif digitalisasi sudah diterapkan sejak sebelum pandemi, antara lain dengan membuat sistem yang terintegrasi antara Main Dealer dengan seluruh jaringan dealer dan bengkel. Tujuannya adalah untuk mempercepat proses, meningkatkan produktivitas, efisiensi biaya dan memantau kinerja secara real time.

Dalam memberikan kemudahan bagi konsumen, aplikasi Daya Auto hadir untuk menjawab kebutuhan pengguna sepeda motor Honda. Di aplikasi ini, konsumen dapat mencari informasi lengkap produk Sepeda Motor Honda dan Spare Parts, informasi jaringan Dealer, Bengkel Resmi dan Toko Spare Parts, melakukan booking service Motor, membantu pembelian Motor & Spare Parts, Point Rewards dan lain-lain.

Sejalan dengan nilai perusahaan compassion yang menekankan untuk selalu berbagi kepada orang lain yang membutuhkan, selama masa pandemi ini Daya Group melakukan donasi kepada pihak – pihak yang membutuhkan. Kondisi kami memang sedang susah, namun masih ada orang – orang yang lebih susah lagi, sehingga kami tetap harus berbagi kepada mereka, ujar Krisgianto.

“Semua inisiatif tersebut kami upayakan agar kami bisa keep moving, menjaga agar mata rantai usaha kami dan seluruh jaringan dapat terus berjalan, dengan tetap mengedepankan kesehatan kami semua dan konsumen sebagai hal yang utama,” tutup Krisgianto.

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved