VIDEO-Parakan di Kuningan Kembali Heboh, Kini Ada Penemuan Mayat di Bantaran Sungai
Warga Desa Parakan, Kecamatan Maleber, Kuningan, Jawa Barat kembali dihebohkan dengan penemuan mayat di bantaran sungai
Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Teguh Kurnia
Laporan Kontributor Tribunjabar.id Kuningan, Ahmad Ripai
TRIBUNJABAR.ID, KUNINGAN - Sebelumnya viral di twitter Parakan 01, kini warga Desa Parakan, Kecamatan Maleber, Kuningan, Jawa Barat kembali dihebohkan dengan penemuan mayat di bantaran sungai di daerah setempat.
"Ada mayat kang, namun mayat yang ditemukan di sungai itu bukan dari warga desanya," ungkap Djaja saat menerangkan kepada Tribuncirebon.com, Minggu (21/3/2021).
Djaja menyebut hebohnya penemuan mayat itu jelas tidak diketahui persis identitas korban. Hal itu menyusul dengan perubahan-perubahan bentuk tubuh di beberapa bagian jasad korban.
• VIDEO-Kecelakaan Maut, Truk Pengangkut Sapi Terguling, Kernet Terjepit, Terinjak Sapi hingga Tewas
"Gak tahu, warga disana juga tidak mengetahui siapa identitas korban ini," kata Djaja lagi.
Awal kehebohan temuan mayat, kata Djaja, saat itu sekitar pukul 10 pagi, Mang Admu saat hendak melakukan pengambilan pasir di sekitar bantaran sungai tadi. Terkejut melihat mayat dengan kondisi terkapar dan mengangkut di sela - sela sampah di bantaran sungai tersebut.
"Kondisi mayat tadi nyangkut di bantara sungai, akibat arus air emang kecil sehingga tersangkut ya," katanya.
• VIDEO-Wabup Kuningan Keukeuh Gak Mau Pakai Mobil Dinas, Ini Alasan Terkemuka di Rumah Dinas
Lepas dari itu, Djaja mengulas bahwa Mang Admu langsung memberi tahu temannya, yakni Mang Borju dan Mang Tasja. "Saat itulah mayat di lakukan evakuasi setelah berdatangan petugas Inafis dari kepolisian Polres Kuningan," katanya.
Sementara Kasat Reskrim AKP Danu Raditya Atmaja saat dikonfirmasi mengatakan, penemuan mayat tanpa identitas itu berjenis kelamin laki-laki dengan taksiran usia mayat dari awal kematian itu sekitar sudah lebih 3 hari.
*Penemuan mayat tadi jenis kelamin laki-laki tanpa identitas dan umur kematian korban itu lebih dari tiga hari. Sebab di beberapa bagian jasad korban alami perubahan sehingga tak bisa dikenal dan sisiknya jari sulit diketahui akibat sudah rusak," katanya. (*)
Penulis: Ahmad Ripai
Video Editor: Edwin Tk