Sabtu, 25 April 2026

Gempa Bumi

Tsunami Dapat Diprediksi, Mengapa Tidak Ada Teknologi yang Dapat Memperkirakan Kapan Gempa Terjadi?

Indonesia merupakan satu di antara negara yang rawan gempa. Selama bulan Januari 2021, Indonesia sudah diguncang gempa bumi sebanyak 646 kali.

Editor: Fidya Alifa Puspafirdausi
shutterstock
Tsunami Dapat Diprediksi, Mengapa Tidak Ada Teknologi yang Dapat Memperkirakan Kapan Gempa Terjadi? 

TRIBUNJABAR.ID - Gempa bumi bukan hal asing bagi penduduk Indonesia.

Indonesia merupakan satu di antara negara yang rawan gempa.

Selama bulan Januari 2021, Indonesia sudah diguncang gempa bumi sebanyak 646 kali.

BMKG mencatat gempa bumi dirasakan atau felt earthquake terjadi sebanyak 82 kali.

Mengapa  Indonesia sering kali diguncang gempa bumi?

Karena wilayah geografis Indonesia berada di Lingkaran Api Pasifik atau yang lebih dikenal dengan sebutan Ring of Fire dan banyaknya patahan bumi.

Oleh sebab itu, pertanyaan apakah ada teknologi atau ilmu yang bisa memprediksi gempa muncul.

Meski begitu, sampai saat ini, belum ada teknologi yang dapat menentukan kapan gempa bisa terjadi.

Baca juga: Hal-hal Dasar agar Selamat dari Gempa Bumi, Belajar Melakukan P3K hingga Catat Nomor Penting

Baca juga: Konstruksi Sarang Laba-laba, Bangunan Tahan Gempa Bumi Karya Anak Bangsa Sudah Diimplementasikan

Hal ini diungkapkan Rudy Suhendar, Kepala Bagian Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Rudy Suhendar mengatakan bahwa hingga saat ini belum ada teknologi yang mampu memprediksi kapan akan terjadinya gempa bumi.

Tidak hanya itu, besaran gempa pun juga belum bisa diprediksi secara tepat.

Lantas apa yang membuat kita belum mampu memprediksi kedatangan gempa? Hal ini disebabkan oleh sifat gempa yang datang secara tiba-tiba.

Berbeda dengan tsunami yang dapat diprediksi dengan melihat ukuran gelombang laut.

"Hingga saat ini, yang dapat diprediksi adalah potensi maksimum magnitudo dan dampak intensitasnya," ungkap Rudy, dilansir dari Kompas.com, Kamis (4/10/2018).

Rudy menambahkan, beberapa wilayah yang berpotensi mengalami gempa sudah dipasang alat pemantau guncangan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved