Jumat, 17 April 2026

Senangnya Ajari Generasi Muda Menenun Kain Gedogan Khas Indramayu, Sunarih Berharap Ada Penerus

Kain tenun gedogan khas Kabupaten Indramayu sekarang nyaris punah karena tidak ada generasi penerus yang menggeluti kerajinan tersebut.

Tribun Cirebon/ Handhika Rahman
Sunarih (62) saat menenun kain gedogan di kediamannya di Desa Juntikebon, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu, Minggu (21/3/2021). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU - Kain tenun gedogan merupakan kain tenun khas Kabupaten Indramayu.

Nama gedogan diambil dari cara pembuatan digedog dengan alat yang terbuat dari kayu.

Namun, kain yang satu ini sekarang nyaris punah karena tidak ada generasi penerus yang menggeluti kerajinan tersebut.

Sunarih (62), merupakan satu di antara dua perajin kain gedogan yang hingga saat ini masih tersisa.

Ia ingin, suatu saat nanti ada generasi muda yang menjadi penerusnya melestarikan kain tenun gedogan agar tidak punah.

"Barangkali nanti ada yang minat, inginnya sih anak muda juga ikut belajar, minimalnya berkunjung ke sini, kalau banyak yang kunjungan siapa tahu kepikiran mau belajar," ujar dia kepada Tribuncirebon.com di kediamannya di Desa Juntikebon, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu, Minggu (21/3/2021).

Baca juga: Dorong UMKM Go Digital Melalui Gernas BBI dan BWI Jabar, 12 Juta UMKM Sudah Bergabung

Suranih mengaku akan dengan senang hati mengajari siapapun yang ingin mencoba menenun kain gedogan.

Ada kepuasan tersendiri saat mengajari generasi muda bagaimana caranya menenun.

"Kalau bisa bagaimana pun kain gedogan ini jangan sampai punah," ujar dia.

Baca juga: Terungkap Modus Baru Penjualan Miras di Kota Tasikmalaya, Transaksi Dilakukan di Kuburan

Sumber: Tribun Cirebon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved