Kerajinan Kain Gedogan Indramayu Diambang Punah, Perajinnya Kini Hanya Tinggal Dua Orang
Kerajinan kain gedogan khas Kabupaten Indramayu kini terancam punah ditelan zaman.
Penulis: Handhika Rahman | Editor: Ichsan
Laporan Wartawan Tribunjabar.id, Handhika Rahman
TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU - Kerajinan kain gedogan khas Kabupaten Indramayu kini terancam punah ditelan zaman.
Hal tersebut dikarenakan mereka yang menggeluti kerajinan yang satu ini semakin sedikitnya jumlahnya.
Hingga sekarang, terhitung hanya tinggal dua perajin saja yang tersisa, usia mereka pun diketahui sudah sepuh.
"Sekarang tinggal dua, saya dengan ibu Sartiwen, dia juga sudah sepuh," ujar salah seorang perajin, Sunarih (62) saat ditemui Tribuncirebon.com di kediamannya di Desa Juntikebon, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu, Minggu (21/3/2021).
Baca juga: 177 Desa di Karawang Hari Ini Gelar Pilkades, Aep Syaepuloh Minta yang Menang Jangan Euforia
Sunarih mengatakan, satu per satu penenun kain gedogan meninggal dunia.
Penenun terakhir yang meninggal dunia adalah Salimah (80). Ia meninggal sekitar satu tahun lalu.
Tidak adanya generasi penerus yang menggeluti kerajinan ini turut membuat Sunarih bersedih.
Ia ingin kerajinan yang menjadi khas dari daerah kelahirannya itu tidak sampai punah.
Hal tersebutlah yang membuatnya sampai saat ini terus menenun walau dengan kondisi tubuh sudah tidak sekuat dahulu.
"Saya anak punya dua, tapi sudah bekerja semua tidak ada yang nerusin nenun," katanya.
Baca juga: Ikbal Fauzi Rendy dan Novia Resmi Menikah, Pemain Ikatan Cinta Datang Sebagai Tamu, Siapa Saja?
Sunarih menceritakan, padahal dahulu di kampungnya setiap rumah pasti memiliki peralatan menenun.
Sewaktu kecil, Sunarih mengaku sering menenun kain gedogan bersama para tetangganya.
"Saya nenun dari kecil, usia 10 tahunan, dulu mah banyak, setiap rumah nenun semua, sekarang tinggal dua orang lagi," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/sunarih-62-saat-menenun-kain-gedogan-di-kediamannya-di-desa-juntikebon.jpg)