KLB Demokrat 2015 Dibongkar, Gede Pasek Sebut Partai Dulur sampai Kengototan SBY Jadi Ketum

Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kala itu maju kembali mencalonkan diri sebagai ketua umum partai berlambang mercy tersebut. 

Editor: Ravianto
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Sekretaris Jenderal Pimpinan Nasional Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) Gede Pasek Suardika mengungkap cerita internal di balik Kongres Luar Biasa KLB Demokrat di Surabaya pada 2015 silam.  

Sedulur adalah bahasa Jawa yang berarti saudara. 

Baca juga: Rizieq Shihab Dinilai Sudah Menghina Persidangan, Ini Bukti-bukti yang Disampaikan Jaksa

Baca juga: Kisah Abah Sarji Kakek 102 Tahun Menyepi di Pemakaman, Rajin Dzikir, Sering Lihat Arwah Gentayangan

Baca juga: Apa Itu Enzim Tripsin Babi yang Terkandung di Vaksin AstraZeneca, Ternyata Ini Gunanya

"Padahal di mana-mana yang namanya kongres itu dibuka dulu, kemudian sidang pertama membahas draf tata tertib untuk kemudian disahkan menjadi tata tertib. Dimana-mana begitu. Ini (KLB Surabaya) nggak, pendaftaran calon ditutup semua. Hasilnya tunggal lah dia (SBY)," ujarnya. 

"Saya dan Marzuki Alie kan maunya goda-godain dikit kan gitu. Tapi digodain pun nggak boleh, akhirnya disitulah kemudian semakin absolut partai itu berubah dari Partai Demokrat menjadi partai dulur (sedulur, - red), partai dinasti," tandasnya. 

Berita Persib Terkini

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved