Breaking News:

Menteri Perhubungan Izinkan Mudik Lebaran, Bupati Justru Berharap Warga Tak Mudik ke Sumedang

Bupati berharap warga Sumedang yang merantau, terutama di daerah zona merah, tak dulu mudik Lebaran tahun ini.

lutfi ahmad mauludin/tribun jabar
Ilustrasi mudik. Kepadatan di simpang Cileunyi di H-1 Idul Adha, akibat meningkatnya kendaraan pemudik yang mengarah ke Sumedang, Garut, Tasikmalaya, dan lainnya, Kamis (30/7/2020) malam. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Pemerintah Kabupaten Sumedang meminta masyarakat untuk tidak mudik pada Lebaran tahun ini, meskipun tidak ada larangan mudik dari Pemerintah Pusat.

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir, mengatakan, permintaan masyarakat untuk tidak mudik, terutama yang dari zona merah karena dosis vaksin untuk masyarakat umum belum banyak.

"Harapan saya, karena vaksin belum banyak juga, tetap masyarakat jangan dulu mudik, apalagi dari daerah zona merah," ujarnya saat ditemui di Gedung Negara, Kabupaten Sumedang, Kamis (18/3/2021).

Baca juga: Tebing Lima Meter Longsor di Cicurug Sukabumi, Rumah Terancam Ambles, Jalan Tak Bisa Dilalui Mobil

Baca juga: Rencana KBM Tatap Muka dan Guru Sudah Vaksinasi, Orang Tua Siswa di Kota Tasik Justru Waswas

Namun, jika masyarakat ingin tetap mudik lebaran tahun ini, pihaknya meminta agar pemudik bisa menaati kebijakan dari pemerintah daerah.

Atas hal tersebut, kata Dony, pemudik harus laporan ke Satgas Covid-19 di tingkat desa karena di Kabupaten Sumedang diterapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

"Tapi ke depannya enggak tahu seperti apa, tapi setidaknya harus menginformasikan ke RT/RW setempat atau ke Satgas Covid-19 di Desa," kata Dony.

Laporan tersebut, kata Dony, agar pemudik mendapat pemantauan khusus dari Satgas Covid-19 di Desa untuk mencegah penyebaran virus corona.

"Karena khawatir kalau begitu mudik, di desanya sangat rawan. Kan, di desa ada beberapa zona juga, ada zona hijau, kuning, oranye, termasuk merah," ucapnya.

Selain itu, kata Dony, pemudik juga nantinya harus menjalani isolasi mandiri dan lebih baik harus memiliki sertifikat vaksin Covid-19.

"Kalau punya sertifikat vaksin bagus, tapi kalau tidak  harus ikut aturan main di Satgas Covid-19 tingkat desa," ujar Dony.

Baca juga: 21 Maret Bakal Jadi Hari Patah Hati Nasional, Ikbal Fauzi Ikatan Cinta Nikahi Dokter di Lembang

Baca juga: Momen Mengharukan, Aprilia Manganang Diberikan Nama Baru oleh Istri Andika Perkasa, Ini Namanya

Penulis: Hilman Kamaludin
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved