KBM Tatap Muka di Jabar
KBM Tatap Muka di Sekolah Harus Dipastikan Keamanannya, ''Semua Sudah Jenuh, tapi . . .''
Kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka kembali di sekolah di Jawa Barat rencananya akan digelar Juli 2021.
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Hermawan Aksan
Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka kembali di sekolah di Jawa Barat rencananya akan digelar Juli 2021.
KBM tatap muka itu akan dilakukan setelah vaksinasi Covid-19 rampung dilakukan kepada para guru dan tenaga pendidik di sekolah.
Wakil Ketua Komisi V DPRD Jabar Abdul Hadi Wijaya mengatakan pembelajaran tatap muka di sekolah harus benar-benar dipersiapkan dengan baik.
Baca juga: Artis Sahrul Gunawan Jadi Wabup Bandung Setelah Istri Dadang Naser Gagal Adang Dadang Supriatna
Baca juga: Ingin Nongkrong di Kafe Sembari Karaoke dengan Suasana Nyaman? Richbean Coffee Layak Dipilih
Vaksinasi, katanya, harus diberikan kepada para guru dan tenaga pendidik, juga memastikan fasilitas penunjang pencegahan Covid-19 tersedia di sekolah.
"Kita harus mencari titik imbang antara kejenuhan ini. Semua sudah frustrasi dengan pembelajaran jarak jauh, guru jenuh, orang tua jenuh, murid jenuh, kan semua jenuh. Semua ingin segera tatap muka. Kalau bisa dimulai hari ini ya hari ini," kata Abdul Hadi di Kantor DPRD Jabar, Kamis (18/3/2021).
"Tapi kan kalau melihat data, gelombang penyebaran belum selesai. Vaksinasi masih sangat sedikit menyentuh pelayanan publiknya."
Jangan sampai, katanya, kejenuhan semua pihak yang disambung oleh kurangnya persiapan pembelajaran tatap muka malah membentuk klaster penyebaran Covid-19 di sekolah.
"Artinya ini ketika semua pihak berkeinginan tatap muka, maka semua guru harus divaksinasi, artinya herd immunity di sektor guru dan tenaga pendidik harus selesai dulu," katanya.
Menurutnya, pencegahan penularan Covid-19 bagi peserta didik bisa dilakukan dengan manajemen protokol kesehatan yang ketat.
Menurutnya, prioritas vaksinasi bagi guru dan tenaga pendidik sudah sangat tepat.
"Karena kalau menyasar murid SD hingga SMA di Jabar, jumlahnya bisa lebih dari 10 juta."
"Nah, tiap hari yang berpotensi itu guru-gurunya. Ini jadi momen ketika Pak Mendikbud ingin, ini keinginan ya bukan instruksi, dia ingin bahwa momentum Tahun Ajaran Baru bisa digelar sekolah tatap muka," katanya.
Pengaturan pergerakan peserta didik sampai pembatasan jadwal pembelajaran di sekolah, katanya, pasti harus dilakukan dengan tepat.
Sebelumnya diberitakan, kegiatan belajar secara tatap muka di sekolah di Jawa Barat rencananya akan dimulai pada Juli 2021.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/kbm-tatap-muka-di-jatiwangi.jpg)