Kecelakaan Maut di Sumedang

Kecelakaan Maut Tanjakan Cae, Setelah Bus, Kini Truk Terguling, Sopir Mengaku Sudah Tahu Medan Jalan

Truk pengangkut daun jagung dengan nomor polisi E 8804 A itu terguling akibat mesin tiba-tiba mati di lokasi yang tak jauh dari kecelakaan bus maut.

Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Hermawan Aksan
Tribunnews.com
Kecelakaan tunggal kembali terjadi di Tanjakan Cae, Jalan Raya Malangbong-Wado, Dusun Cilangkap, Desa Sukajadi, Kecamatan Wado, Kabupaten Sumedang, Selasa (16/3/2021) dini hari. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Agus Diana (32), sopir truk yang mengalami kecelakaan di Tanjakan Cae, Jalan Raya Malangbong-Wado, Dusun Cilangkap, Desa Sukajadi, Kecamatan Wado, Kabupaten Sumedang, mengaku sudah tahu kondisi jalan.

Sebelumnya, truk pengangkut daun jagung dengan nomor polisi E 8804 A itu terguling akibat mesin tiba-tiba mati di lokasi yang tak jauh dengan lokasi kecelakaan Bus Sri Padma Kencana yang menelan 29 korban jiwa.

Agus mengatakan, ia sudah satu tahun mengenal medan jalur Tanjakan Cae karena selama ini rutin membawa muatan daun jagung untuk dikirim ke peternakan sapi Agro di Malangbong, Kabupaten Garut.

Baca juga: Rumah Aa Umbara Digeledah karena KPK Sudah Naikkan Kasus itu Jadi Penyidikan

Baca juga: Nindy Ayunda Makin Rumit, Berkonflik dengan Keluarga Suami, Gimana Kondisi Askara di Tahanan?

"Kemarin juga lewat bawa 7 ton. Baru kali ini truk yang kami bawa mati mesin mendadak. Mati mesin langsung 'jumping'," ujarnya di lokasi kejadian.

Agus juga mengaku mengetahui kecelakaan maut yang menimpa bus pariwisata Sri Padma Kencana yang mengangkut rombongan SMP Islam Terpadu (IT) Al Muawwanah, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang

"Makanya, saat melintas saya juga sudah berupaya hati-hati menjalankan kendaraan," kata Agus.

Kapolsek Wado, Iptu Arispen, mengatakan, kecelakaan truk yang terguling di Tanjakan Cae itu sudah langsung ditangani dan sudah bisa dievakuasi pada Selasa pagi pukul 07.30 WIB. Namun pihaknya mengimbau agar pengendara harus lebih hati-hati.

"Ini kan jalannya yang nanjak ya, jadi harus hati-hati bawa kendaraan," ujarnya.

Arispen mengatakan, karena kontur jalan yang menanjak dan berkelok dari Cikareo sampai Sukajadi, pengendara harus memastikan kendaraannya dalam keadaan prima.

"Jangan bawa beban terlalu banyak. Kalau kendaraannya tidak kuat, ya jangan lewat lah," ucap Arsipen. (*)

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved