Tak Hanya Motor, Cabai Rawit Pun Sekarang Dicuri, Harganya Mahal Warga Gelar Ronda Malam di Kebun
Tak hanya sepeda motor , dalam kondisi ekonomi sulit seperti sekarang ini, cabai rawit pun banyak yang dicuri .
Penulis: Wildan Noviansah | Editor: Ichsan
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Wildan Noviansah
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT - Tak hanya sepeda motor , dalam kondisi ekonomi sulit seperti sekarang ini, cabai rawit pun banyak yang dicuri .
Terlebih saat ini harga cabai rawit sangat mahal. Di Pasar Panorama Lembang yang dekat dengan kebunnya, harga cabai rawit mencapai Rp 140 ribu per kilogram
Salah satu lokasi favorit pencurian cabai rawit adalah sejaumlah kebun di sentra pertanian Pasirhalang, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Lokasi ini tak jauh dari Pasar Panorama Lembang.
Imbas pencurian cabai rawit, para petani di KBB mengalami kerugian yang sangat besar. Salah seorang petani, Dedi mengatakan, ia bahkan hanya bisa memanen 2 kilogram cabai rawit .
Baca juga: Kata-kata Bermakna Ucapan Selamat Hari Raya Nyepi 2021, Update Status dan Bagikan ke Orang Terdekat
"Kemarin waktu panen, yang biasanya saya memanen 20-25 kilogram, hanya dapat 2 kilogram," ujar Dedi pasrah, ketika ditemui di kebun miliknya, Sabtu (13/3/2021).
Dedi mengatakan, ini bukan pertama kalinya terjadi aksi pencurian di kebun miliknya.
"Di hari biasa pun suka ada yang nyuri tanaman saya, seperti brokoli dan yang lainnya. Apalagi sekarang cabai rawit lagi mahal, makin tinggi lah potensi pencuriannya," kata dia.
Selain oleh pencurian, menurunnya pendapatan petani cabai rawit juga karena hama dan cuaca ekstrem yang datang melanda.
"Cuaca ekstrem juga jadi pemicu anjloknya hasil panen, ini diperburuk dengan adanya pencurian. Biasanya kalau cuma cuaca buruk, hasil panen mentok di 10 Kilogram, tapi ini kan malah sampai di 2 kilogram," katanya.
Baca juga: Varian Baru Virus Corona N439K, Pintar dan Lebih Menular, Tidak Bisa Diatasi oleh Vaksin Covid-19
Warga Gelar Ronda Malam di Kebun
Menyoal maraknya pencurian cabai rawit, Petani di Pasirhalang, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB) melakukan ronda dan penjagaan malam di kebun.
Dedi mengatakan, biasanya tanaman yang dicuri itu tanaman yang siap panen. Tapi ada beberapa kasus, tanaman yang belum siap panen yang masih muda pun menjadi incaran para penjarah juga.
Menurut Dedi, ia belum mengetahui pelaku dari tindak pencurian tersebut. Namun dirinya kerap melihat orang lalu-lalang di sekitar perkebunan miliknya.
Baca juga: Kisah Sedih Akim Karim, Calon Istri Meninggal dalam Kecelakaan, Terseret sejauh 50 Meter
"Sebelum kejadian, kita sempat melihat orang lalu-lalang di depan kebun kita sambil melihat ke dalam. Bahkan saya sempat mau menghampirinya, tapi dia langsung pergi," kata dia.
Imbas hal tersebut, ia bersama pegawainya harus melakukan ronda malam dan penjagaan ketat terhadap tanaman miliknya.
"Dari pada kita terus-terusan rugi karena tanaman dicuri, alhasil kita melakukan ronda pada malam hari. Semoga ke depannya tidak terjadi hal serupa di sini dan di manapun," katanya.