UPDATE Pembobolan ATM dan Brankas di Minimarket Citepus Sukabumi, Ini Kata Polisi
Polisi mengatakan masih mencari pelaku pembobolan ATM dan brankas minimarket di Citepus, Kabupaten Sukabumi.
Penulis: M RIZAL JALALUDIN | Editor: taufik ismail
Laporan Kontributor Tribunjabar.id Kabupaten Sukabumi M Rizal Jalaludin
TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - Polisi masih melakukan pencarian terduga pelaku kasus pembobolan ATM dan brankas minimarket di Desa Citepus, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
Hal itu disampaikan Kasatreskrim Polres Sukabumi AKP Rizka Fadhila saat dihubungi Tribunjabar.id, Jumat (12/3/2021).
"Masih dilakukan pencarian terduga pelaku," kata Rizka via aplikasi perpesanan.
Baca juga: Gempa Terkini, Baru Saja Mengguncang Jayawijaya Papua Magnitudo 5,6, Ini Daerah yang Rasakan Lindu
Baca juga: Curahan Hati Aurel Jelang Pernikahannya dengan Atta Halilintar, Bersyukur Ada 2 Sosok Istimewa Ini
Diketahui, peristiwa ini terjadi di minimarket Waterpark, Kampung Citepus Tengah, RT 01/13, Desa Citepus, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (24/2/2021).
Dalam keterangan diterima Tribunjabar.id, Kapolres Sukabumi AKBP M Lukman Syarif mengatakan, pihaknya telah mendatangi lokasi kejadian sekitar pukul 10.00 WIB.
Ia mengatakan, kejadian pertama diketahui oleh saksi bernama Muhammad Yanto selaku pegawai mininarket.
"Saat saksi membuka minimarket dan masuk ke dalam saksi melihat mesin ATM yang ada di dalam minimarket sudah dalam kondisi rusak dan berantakan, kemudian saksi mengecek isi ATM tersebut dan ternyata uang dalam ATM sudah tidak ada dengan mesin ATM sudah dalam keadaan rusak," ujarnya.
Ketika saksi mengecek ke tempat penyimpanan brankas minimarket, kata Lukman, ternyata brankas juga dirusak.
"Kemudian saksi mengecek ke ruangan belakang tempat penyimpanan brankas dan perangkat CCTV dengan tujuan untuk mengecek rekamanan CCTV. Namun perangkat CCTV dan brankas tersebut telah dirusak dan harddisk CCTV juga tidak ada, diduga dibawa oleh pelaku," ujarnya.
Kerugian akibat kejadian tersebut sekitar Rp 420 juta.
Sebelumnya, Tusi (57), seorang warga yang tinggal di rumah samping minimarket tersebut mengaku mendengar suara bunyi aneh saat kejadian.
Ia mengatakan, ini mendengar suara "truk truk truk" pada pukul 02.00 WIB dini hari.
"Jam 2 sampai jam 4, bunyinya truk, truk, truk gitu. Minimarket kan depannya terang, cuma saya lihat enggak terang, biasanya kan dinyalain, biasanya kan gitu (bunyi alarm) saya tahu kan dipasang alarm, ini kok gak bunyi," ujarnya kepada wartawan.
Ia mengira ada perbaikan yang dilakukan oleh pihak minimarket, karena ia juga melihat kondisi warung di seberang minimarket yang masih ramai.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/kondisi-atm-di-minimarket-indomaret-di-kampung-citepus-tengah.jpg)