GoFood Hadirkan Promo Kuliner Tradisional Bandung hingga 30 Persen
GoFood menggelar Promo Kuliner Tradisional Bandung dengan menggandeng 340 Mitra Usaha GoFood khas kuliner Bandung.
Penulis: Putri Puspita Nilawati | Editor: Giri
Laporan Wartawan TribunJabar.id, Putri Puspita
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kota Bandung masuk dalam peringkat ketujuh sebagai kota dengan makanan tradisional terbaik di dunia pada Februari 2021.
Sebagai layanan pesan antarmakanan, GoFood menjadi destinasi bagi pelanggan untuk mengeksplorasi lebih dari 20 juta item menu makanan dan minuman di seluruh Indonesia, sesuai dengan kegemaran pelanggan.
Melalui semangat ini, GoFood menggelar Promo Kuliner Tradisional Bandung dengan menggandeng 340 Mitra Usaha GoFood khas kuliner Bandung.
Jenis makanan tradisional yang ikut bergabung di antaranya Batagor Riri, Cendol Elizabeth, Seblak Ramdhan, Lotek Paranti, Cuanki dan Batagor Serayu.
Promo ini digelar pada 12-31 Maret 2021. Potongan harga yang diberikan hingga 30 persen.
District Head Gojek Bandung, Cut Emyra Fadhila, turut bangga atas pengakuan dunia internasional atas kuliner Kota Bandung yang meraih predikat salah satu makanan tradisional terbaik di dunia.
"Kebanggaan ini sebagai wujud apresiasi kami kepada para ribuan Mitra Usaha GoFood yang selama ini telah ikut serta melestarikan beragam kuliner tradisional Bandung," ujar Cut Emyra saat jumpa pers virtual, Jumat (12/3/2021).
Melalui layanan pesan antar-makanan, ragam kuliner tradisional ini lebih mudah dinikmati, tidak hanya oleh warga Bandung, bahkan oleh wisatawan kuliner yang berkunjung ke Kota Bandung.
"GoFood memudahkan pembeli dari offline ke online dan mendukung perubahan tersebut. Sebanyak 73 persen UMKM Kota Bandung bergabung ke GoFood sejak Maret tahun lalu," ujarnya.
Secara nasional, pada akhir tahun 2020, Cut Emyra mengatakan, ada 750 ribu mitra usaha kuliner gabung dengan GoFood.
Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana, mengapresiasi Gojek atas dukungannya pada kuliner tradisional Bandung.
"Semoga upaya ini dapat turut melestarikan kearifan lokal dan menjadikan kuliner Bandung sebagai tuan rumah di kotanya bahkan di Indonesia," ujar Yana Mulyana.
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat, Kusmana Hartadji, mengatakan yang dilakukan Gojek ini menjadi bagian dari usaha menggerakkan roda perekonomian.
Mulai dari memberikan fasilitas promosi hingga UMKM Go Digital, sehingga mereka dapat mengandalkan penjualan secara online.
"Terdapat 4,1 juta pelaku usaha UMKM di Jawa Barat dan 30 hingga 40 persen itu masuk kuliner. Ini menjadi peluang jadi bagian usaha pemulihan ekonomi," ujarnya.
Ia menyebutkan, sebanyak 80 persen pelaku UMKM pendapatannya menurun dan hanya beberapa yang mampu bertahan.
Selain memberikan promo potongan harga, GoFood juga akan menampilkan promosi untuk kuliner tradisional Bandung di laman muka ketika pengguna membuka menu GoFood di Bandung agar dapat lebih terlihat dan langsung menarik perhatian.
Selama masa pandemi, Gojek senantiasa memberikan edukasi dan imbauan protokol jaga kesehatan, kebersihan, dan keamanan (J3K) kepada para Mitra Usaha GoFood untuk menjaga higienitas makanan serta turut menekan penyebaran virus corona.
Penggunaan APD (masker, face shield) bagi karyawan pengolah makanan, segel pengaman makanan, hand sanitiser atau fasilitas cuci tangan bagi karyawan, pengunjung dan mitra driver Gojek yang akan mengantarkan pesanan.
Pengguna layanan juga tidak perlu khawatir mengenai keamanan layanan karena Gojek menyediakan fitur chat cepat dan otomatis untuk layanan contactless delivery (pengiriman barang atau makanan tanpa kontak langsung).
GoFood konsisten menjadi mitra pertumbuhan bagi para Mitra Usaha GoFood yang 96 persen di antaranya adalah UMKM di mana segmen bisnis ini menunjukkan pertumbuhan pesat sebesar hampir 40 persen di masa pandemi. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/gofood-menggelar-promo-kuliner-tradisional-bandung.jpg)