Siaga, 16 Gardu Terdampak Banjir di Daerah Ini , PLN Padamkan Listrik untuk Keselamatan Warga
PLN hentikan operasikan listrik atau padamkan listrik untuk keselamatan warga akibat adanya 16 gardu listrik yang terdampak banjir
Penulis: Siti Fatimah | Editor: Siti Fatimah
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - PLN terus bersiaga mengutamakan keselamatan masyarakat dalam penanganan banjir yang terjadi di Wilayah layanan PLN UP3 Karawang.
Sebanyak 3.799 personil PLN siagakan untuk mengamankan sistem kelistrikan yang terdampak banjir akibat hujan yang terus mengguyur sejumlah wilayah di Karawang diantaranya Perumahan Bumi Indah Kampung Kasurupan.
Sampai dengan Senin (8/3) pukul 07.10 WIB, terdapat 16 unit Gardu Distribusi dan 3.806 pelanggan yang terdampak banjir.
Baca juga: Kecelakaan Maut di Indramayu Tadi Pagi, Mobil Tabrak Motor dan Pesepeda Ontel, Satu Orang Tewas
"Sistem kelistrikan akibat banjir ini 3.806 pelanggan belum bisa kami operasikan kelistrikannya, karena masih tergenang banjir demi mengutamakan keselamatan masyarakat," General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jawa Barat, Agung Nugraha dalam keterangan resminya, Senin (8/3/2021).
Untuk itu, PLN tetap menyiagakan 72 Posko yang tersebar di wilayah Jawa Barat dan sebanyak 3.799 orang personil serta menyiapkan 103 Genset, 20 UPS, 99 Unit Gardu Bergerak, 12 Unit Kendaraan Deteksi dan 700 Unit Kendaraan Operasional pada Kondisi Siaga ini.
Agung menambahkan, pihaknya terus bekerja keras dan memantau kondisi di lapangan sejak hujan terus mengguyur wilayah Jawa Barat.
Baca juga: HEBOH Penemuan Jenglot di Area Makam, Setelah Dibedah Ternyata Tulangnya dari Tulang Kambing
Pihaknya juga mengimbau masyarakat agar selalu waspada terhadap bahaya kelistrikan di musim hujan dan banjir.
Agung mengatakan, terdapat kondisi yang menyebakan listrik dinonaktifkan demi keselamatan yaitu apabila rumah warga terendam, jaringan listrik PLN terendam, dan keduanya terendam.
"PLN segera memulihkan listrik di lokasi banjir apabila semua jaringan listrik baik di sisi warga maupun PLN sudah dalam kondisi kering dan siap dialiri listrik, serta kedua belah pihak menandatangani berita acara penyalaan," kata Agung.
PLN terus memantau perkembangan situasi di lokasi-lokasi yang terdampak maupun berpotensi banjir untuk secara sigap mengambil langkah. PLN juga terus berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah setempat untuk hal tersebut.
Apabila air mulai masuk ke rumah, warga secara mandiri dapat mematikan listrik dari Mini Circuit Breaker (MCB) pada kWh meter. Selanjutnya warga bisa menghubungi PLN melalui Contact Center 123 atau melalui aplikasi PLN Mobile yang dapat didownload melalui Playstore di https://play.google.com/store/apps/details?id=com.icon.pln123
dan App Store di https://apps.apple.com/id/app/pln-mobile/id1299581030