Selasa, 5 Mei 2026

Virus Corona di Jabar

Klaster Pesantren di Indramayu Meluas, Jumlahnya Terus Bertambah, Total 169 Santri Positif Covid-19

Jumlah pesantren yang terjadi klaster dan santri yang terpapar Covid-19 terus bertambah di Indramayu.

Tayang:
Penulis: Handhika Rahman | Editor: taufik ismail
Tribun Cirebon/Handhika Rahman
Asrama Ar-Rohimah sekaligus yayasan rumah yatim di Kecamatan Indramayu, Senin (8/3/2021). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU - Klaster pondok pesantren (Ponpes) di Kabupaten Indramayu kian memprihatinkan.

Jumlah yang terpapar terus bertambah seusai Satgas Covid-19 Kabupaten Indramayu masif melakukan tracing dan testing.

Begitu juga dengan jumlah pesantren yang terjadi klaster.

Baca juga: Dua Gempa Guncang Indonesia Timur Sore Ini, Hanya Berselang Dua Menit, Maluku 5,1 Lalu Sorong 4,8

Baca juga: Foto-foto Cantiknya Julie Estelle Dinikahi Pembalap Mobil David Tjiptobiantoro, Ini Profil Suaminya

Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Indramayu, Deden Bonni Koswara mengatakan, secara keseluruhan total ada sebanyak 169 santri dan pengurus pesantren positif Covid-19 akibat adanya klaster ini.

"Ini berdasarkan hasil tracing dan testing yang dilaksanakan oleh Satgas Covid-19," ujar dia kepada Tribuncirebon.com di Pendopo Indramayu, Senin (8/3/2021).

Deden Bonni Koswara menjelaskan, klaster ponpes, sekarang menyebar di tiga lokasi berbeda.

Pertama di Pondok Pesantren Al Urwatul Wutsqo di Kecamatan Sindang, jumlah santri yang terpapar di sana terus bertambah.

Awal mulanya, disampaikan Deden Bonni Koswara ada sebanyak 32 orang positif Covid-19, kemudian bertambah 35 orang, dan terakhir bertambah 10 orang.

"Totalnya ada 77 orang di Pondok Pesantren Al Urwatul Wutsqo," ujar dia.

Masih dijelaskan Deden Bonni Koswara, klaster yang terjadi di pesantren tersebut kemudian menyebar ke Asrama Ar-Rohimah sekaligus yayasan rumah yatim di Kecamatan Indramayu, ada sebanyak 20 orang positif Covid-19.

Asrama Ar-Rohimah ini, masih merupakan cabang dari Pondok Pesantren Al Urwatul Wutsqo.

Hal inilah yang menyebabkan santri di sana bisa ikut terpapar.

Klaster terakhir terjadi di Pondok Pesantren Tahfidz Abdurrahman Basuri di Kecamatan Sindang, sebanyak 72 santri positif Covid-19.

Deden Bonni Koswara mengakui, klaster ini terjadi seiring kegiatan belajar tatap muka di lingkungan pesantren.

Sumber: Tribun Cirebon
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved