Gempa Bumi

BMKG Peringatkan Daerah di Jawa Timur Ini, Potensi Diguncang Gempa dan Tsunami Setinggi 18 Meter

BMKG pun menyebut bahwa gempa megathrust tersebut dapat mencapai magnitudo 8,7 dalam skenario terburuk.

Image by Elias Sch. from Pixabay
Ilustrasi gelombang tsunami. 

TRIBUNJABAR.ID - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, termasuk wilayah rawan gempa besar dan tsunami setinggi 18 meter.

Gempa besar tersebut akan terjadi bila ada hujaman Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia.

Dilansir dari Kompas.tv, BMKG pun menyebut bahwa gempa megathrust tersebut dapat mencapai magnitudo 8,7 dalam skenario terburuk.

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi mengaku telah menyiapkan rencana evakuasi.

Mengutip kompas.id, Banyuwangi punya sejarah tsunami. Pada 2 Juni 1994, tsunami menghantam Desa Pancer, Banyuwangi.

Tsunami setinggi 13,9 meter itu disebabkan gempa magnitudo 7,8 SR.

Akibat tsunami itu, 121 orang tewas dan 27 orang luka-luka. Setidaknya 704 rumah penduduk juga hancur dihantam tsunami.

“Ini menunjukkan bahwa informasi potensi bahaya gempa yang disampaikan para ahli adalah benar. Besarnya magnitudo gempa yang disampaikan para pakar adalah potensi bukan prediksi, sehingga kapan terjadinya tidak ada satupun orang yang tahu," kata Kepala bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono.

Baca juga: Pa Uu Bahagia Motor Vespa Kesayangannya Ketemu

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan, pihaknya telah membuat permodelan gempa di wilayah selatan Jawa Timur itu. Gempa dengan magnitudo 8,7 SR itu dapat menimbulkan tsunami setinggi 18 meter.

Tsunami ini dapat menjangkau daerah berjarak 2 kilometer dari bibir pantai.

BPBD Banyuwangi menetapkan Bukit Gumuk Sainem sebagai lokasi evakuasi sementara saat terjadi tsunami. Bukit ini berjarak 1 kilometer dari bibir pantai.

Namun, bukit itu belum memiliki sarana prasarana pendukung evakuasi.

Baca juga: Video Viral TKA Asal Korea Marah Tendang Karyawan Lokal di PT Taekwang Subang, Langsung Dipecat

“Banyuwangi sudah memiliki peta rencana kontigensi bencana tsunami. Rambu-rambu evakuasi juga sudah disiapkan. Namun, sarana prasarana pendukungnya perlu ditingkatkan,” kata Dwikorita, dikutip dari Kompas.id.

Dwikorita meminta pemda membangun jembatan untuk menyeberangi sungai di dekat Bukit Gumuk Sainem.

Halaman
12
Sumber: Kompas
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved