Minggu, 26 April 2026

Gempa Megathrust Hari Ini Heboh di Media Sosial Setelah Disinggung Luhut, ''Kita Tidak Tahu Kapan''

Istilah gempa megathrust hari ini heboh di media sosial .Hal ini setelah disinggung oleh Menko Maritim

Editor: Ichsan
Tribunnews.com
Tsunami Aceh 2004, salah satu bencana gempa bumi terbesar di sejak tahun 1900. Gempa Megathrust Hari Ini Heboh di Media Sosial Setelah Disinggung Luhut, ''Kita Tidak Tahu Kapan'' 

TRIBUNJABAR.ID - Istilah gempa megathrust hari ini heboh di media sosial .

Hal ini setelah disinggung oleh Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dalam rapat koordinasi nasional Penanganan Bencana (Rakornas BP) secara virtual, Kamis (4/3/2021).

"Kita ini takut megathrust. Megathrust yang bisa terjadi di pantai barat Sumatera, pantai selatan Jawa. Di mana, kapan, dan bagaimana itu yang kita tidak tahu," kata Luhut.

Lantas, apa itu megathrust ?

Dalam wawancara dengan Kompas.com, Sabtu (7/4/2018), Kepala Bidang Mitigasi Gempa bumi dan Tsunami BMKG Daryono mengatakan, megathrust bisa diartikan sesuai dengan kata penyusunnya.

"Thrust" merujuk pada salah satu mekanisme gerak lempeng yang menimbulkan gempa dan memicu tsunami, yaitu gerak sesar naik.

Dengan demikian, megathrust bisa diartikan gerak sesar naik yang besar.

Daryono menjelaskan, mekanisme gempa megathrust bisa terjadi di pertemuan lempeng benua.

Dalam geologi tektonik, wilayah pertemuan dua lempeng disebut zona subduksi.

Sementara zona megathrust terbentuk ketika lempeng samudera bergerak ke bawah menghunjam lempeng benua dan menimbulkan gempa bumi.

"Zona subduksi ini diasumsikan sebagai sebuah zona 'patahan naik yang besar' atau populer disebut zona megathrust," kata Daryono.

Dalam hal ini, lempeng samudra yang menghunjam ke bawah lempeng benua membentuk medan tegangan (stress) pada bidang kontak antar lempeng yang kemudian dapat bergeser secara tiba-tiba memicu gempa.

"Jika terjadi gempa, maka bagian lempeng benua yang berada di atas lempeng samudra bergerak terdorong naik (thrusting)," terangnya.

Daryono menerangkan, jalur subduksi lempeng umumnya sangat panjang dengan kedalaman sekitar 50 kilometer, mencakup bidang kontak antar lempeng.

Baca juga: Pakai Ember Air Diambil dari Sumur, Warga Sukses Padamkan Api yang Membakar Rumah di Cianjur

Megathrust bukan hal baru

Sumber: Kompas
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved