Peluang Usaha
VIDEO-Mahasiswa Ini Bisa Dapat Pelanggan Bukan Hanya Warga, Tapi Juga Artis dari Usaha Cuci Sepatu
Mahasiswa Politeknik TEDC Bandung, Ridwan Adji Maulana membuka usaha cuci sepatu dan kini pelanggannya bukan cuma warga tapi ada juga dari artis
Penulis: Ery Chandra | Editor: Dicky Fadiar Djuhud
TRIBUNJABAR.ID, CIMAHI- Mahasiswa Politeknik TEDC Bandung, Ridwan Adji Maulana punya kesibukan lain selain menimba ilmu. Adji kini mulai menekuni usaha cuci sepatu.
Meski belum lama, namun dalam sehari ia bisa mendapat orderan hingga tujuh pasang sepatu dalam sehari.
Kebanyakan pelanggan yang memakai jasanya didapat dari media sosial.
Pemuda kelahiran Bandung, 18 Agustus 1996 tersebut memulai usaha dari kediaman orangtuanya di kawasan permukiman padat penduduk, Baros, Kota Cimahi.
Untuk usahanya tersebut, ia menggunakan sejumlah peralatan termasuk bahan pencuci seperti sikat, sabun, air, wadah, pasta gigi, cuka, sedotan angin, lap mikro fiber,
parfum sepatu, hingga kipas angin.
"Biasanya bersihkan bagian luar dari kotoran. Lanjut ke bagian tengah ini, bisa langsung bagian atas dan bisa langsung bagian dalamnya," ujar Ridwan kepada Tribun, Minggu (28/2/2021).
Namun, mahasiswa akhir jurusan Teknik Informatika itu mengatakan tantangan membersihkan adalah tergantung jenis bahan sepatunya.
Untuk itu, ia memiliki trik tersendiri untuk membersihkannya.
Sebelum memulai usaha ini, ia mengaku sempat mencoba berbagai usaha, namun melihat peluang usaha cuci sepatu belum terlalu banyak, ia ingin mencoba peluang
tersebut.
Menurutnya, ide terpercik untuk memulai usaha mencuci sepatu pada 2019 lalu.
"Jadi karena melihat peluang, kenapa enggak dicoba saja. Cuci sepatu ini di Cimahi masih sedikit, kenapa enggak dicoba saja jadi usaha cuci sepatu," katanya.
Biasanya untuk memesan jasa mencuci sepatu, Ridwan mengandalkan via daring yakni, media sosial.
Semisal, Instagram dan Facebook.
"Ordernya bisa lewat whatsapp," ujarnya.
Ia mengaku sempat mengalami kendala ketika awal pandemi Covid-19 melanda.
Tetapi, dengan optimisme cukup tinggi, serta taktik usaha yang menyesuaikan kondisi pandemi.
Membuat usaha sampingannya tetap bertahan hingga kini.
"Kalau saat pandemi, kayak sekarang pasti ada penurunan untuk cuci sepatu. Tapi ada saja yang cuci sepatu, cuma awal-awal drop banget," katanya.
Harga cuci satu pasang sepatu, dibanderol olehnya seharga Rp. 25 ribu.
Untuk kawasan Kota Cimahi dan sekitarnya, dirinya dibantu oleh adik istrinya.
Nama Hip Rock Shoes, kini mulai melebarkan sayap hingga ke daerah lain.
Dari Purworejo, Kebumen, Banjarnegara, Kendal, Ambarawa, Bekasi, Bintaro, hingga BSD Tangerang.
"Mayoritas masih dibantu oleh kerabat semua. Prosesnya dari rumahan, mereka mengelola pakai nama ini," ujarnya.
Dasar filosofi penamaan berbahasa inggris usaha cuci sepatu tersebut, Ridwan mengungkapkan terinspirasi dari musik bergenre Rock.
"Inspirasinya kesana, band rock. Kami memegang prinsip kualitas, tapi bagi yang mau cuci sepatu dengan low budget," katanya.
Sejauh ini, dia bilang para pelanggan berbasis daring itu tak hanya warga yang tinggal di Cimahi.
Bahkan, pernah dari wilayah sekitar Kota Bandung, Bandung Barat dan luar kota.
"Tak hanya anak muda, pernah ibu dan bapak. Bahkan artis sampai vokalis Pas Band saat itu," ujarnya.
Kedepannya, dia berkeinginan untuk terus mengembangkan usaha rintisannya tak hanya sekadar cuci sepatu, topi ataupun tas, tapi juga usaha cuci helm. (*)