Masih Banyak Nakes Belum Dapat Vaksin Covid-19, Pemprov Jabar Minta Pusat Segera Kirim
Pemprov Jabar berharap pemerintah pusat segera menyalurkan lebih banyak vaksin Covid-19 ke Jawa Barat
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Ichsan
Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pemprov Jabar berharap pemerintah pusat segera menyalurkan lebih banyak vaksin Covid-19 ke Jawa Barat pada termin selanjutnya.
Hal ini disebabkan masih banyaknya petugas kesehatan di Jawa Barat yang belum mendapat vaksin Covid-19, padahal mereka seharusnya mendapat vaksinasi pada Tahap I.
Ketua Divisi Penanganan Kesehatan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Jabar, Marion Siagian, mengatakan awalnya tenaga kesehatan yang akan diberi vaksin pada Tahap I berjumlah 181.701 orang. Namun, di Sistem Informasi SDM Kesehatan, angka ini terus bertambah.
Berdasarkan SISDMK per 25 Februari 2021, katanya, kini terdapat 240.197 sasaran vaksinasi yang terdiri atas tenaga kesehatan dan nontenaga kesehatan di fasilitas kesehatan. Padahal, pengajuan vaksinasi untuk Tahap I terlanjur diajukan untuk 181.701 orang.
Dengan adanya tambahan data ini, katanya, maka sisa tenaga kesehatan dan nontenaga kesehatan yang bekerja di fasilitas kesehatan akan divaksin pada Tahap II.
Sebab, pada Tahap I, alokasi vaksin Covid-19 yang sudah diterima berjumlah 350.720 vial untuk 175.360 orang. Pada Tahap I, satu vial berisi untuk satu dosis, sedangkan seorang membutuhkan suntikan dua kali dosis.
Baca juga: Mengapa Kim Kurniawan Keluar dari Persib Bandung ? Begini Penjelasan Bos Persib
Dengan perhitungan berdasarkan data 25 Februari 2021 tersebut, terdapat 64,837 tenaga kesehatan dan nontenaga kesehatan yang seharusnya divaksin di Tahap I, akan divaksin di Tahap II. Permasalahan data ini, katanya, kian memperumit perencanaan vaksinasi di Jawa Barat.
"Awalnya tenaga kesehatan kita hanya 181 ribuan. Padahal di data ril, ada 240 ribuan, masih ada yang tidak terdaftar. Padahal kita sudah masuk ke Tahap II, yaitu untuk kelompok pelayanan publik, TNI dan Polri, media juga masuk ke kelompok yang divaksin di Tahap II, kemudian lansia," kata Marion di Kota Bandung, Minggu (28/2).
Pada Tahap II ini, Jabar pun baru menerima jatah 127.070 vial atau 1.143.630 dosis untuk 571.815 sasaran. Vaksin yang sampai ini, katanya, baru sekitar 8 persennya, dari total target orang yang akan divaksin di Tahap II yakni 6.599.198 orang.
Dengan perkiraan jumlah penerima vaksin Covid-19 yang masih akan bertambah seperti kasus Tahap I dan masih adanya tenaga kesehatan dan nonkesehatan yang divaksin di Tahap II, maka kebutuhan vaksin Covid-19 pun akan bertambah lagi.
Berdasarkan data yang sudah diterima, pada Tahap II ini ada 4.403.984 lansia yang jadi target vaksinasi, sementara petugas publik 2.195.215 orang.
Baca juga: Ditanya Putus atau Tidak dengan Amanda Manopo, Billy Syahputra Mati Gaya, Ditanya Terakhir Teleponan
Petugas publik yang dimaksud adalah berbagai profesi yang kerap melakukan kontak dengan banyak orang.
"Dengan 8 persen vaksin yang baru datang, di kabupaten dan kota akan lihat siapa yang jadi prioritas awal vaksin tahap kedua ini. Pasti akan ada dinamika," katanya.
Di Jawa Barat sendiri, katanya, terdapat 10.250 petugas vaksinator, menuju 11.000 vaksinator, yang sedang dilatih. Kemudian sistem distribusi vaksin dan tempat vaksinasi di Jabar pun sudah siap, termasuk bantuan SDM dari berbagai instansi, termasuk TNI dan Polri.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/nakes-lansia-saat-dilakukan-suntik-vaksin-covid-19-di-dinkes-kota-sukabumi.jpg)