Sabtu, 2 Mei 2026

Warga Keluhkan Pembangunan Jalur Kereta Cepat di KBB, Tanah Miliknya Belum Dibebaskan

Warga Desa Gado Bangkong, Kabupaten Bandung Barat, mengeluhkan pembangunan jalur Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB).

Tayang:
Penulis: Wildan Noviansah | Editor: Hermawan Aksan
Tribun Jabar
Suasana sekitar rumah milik Tigor yang berlokasi di Desa Gado Bangkong, Kabupaten Bandung Barat, di samping proyek pembangunan Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB), Sabtu (27/2/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Wildan Noviansah

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT - Warga Desa Gado Bangkong, Kabupaten Bandung Barat, mengeluhkan pembangunan jalur Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB).

Salah seorang warga asal Kampung Sasak Beusi, Desa Gado Bangkong, Tigor, mengatakan, ia merasa terganggu dengan pembangunan jalur kereta cepat tersebut.

"Jelas terganggu, soalnya jalanan depan rumah saya jadi becek, belum lagi suara lalu lintas alat berat yang sangat mengganggu," ujarnya saat diwawancarai, Sabtu (27/2/2021).

Baca juga: Ancaman Sesar Lembang, Berpotensi Gempa Bumi, Akan Ada 10 Desa Tangguh Bencana di KBB

Baca juga: Menjadi Ibu dan Ayah Baru? Begini Tips Mencari Nama Bagi Buah Hati Untuk Kamu Pasangan Baru

Terlebih, kata Tigor, tanah miliknya belum dibebaskan atau belum dibeli pihak perusahaan sampai saat ini.

Padahal pihak perusahaan sempat menjanjikan akan membeli tanah miliknya.

"Dulu mereka janji akan membeli tanah saya, karena ya seperti ini saya akan kena dampaknya seperti yang tadi saya katakan. Tapi sampai detik ini mereka belum membeli tanah milik saya," katanya.

Menyikapi hal tersebut, Tigor mengambil langkah dengan memasang patok di depan rumahnya sebagai penanda batasan wilayahnya.

"Karena dari merekanya seperti itu, saya pasanglah patok ini buat tanda. Ini wilayah saya, tanah saya, jangan diapa-apain," ucapnya.

Suasana sekitar rumah milik Tigor di Desa Gado Bangkong, Kabupaten Bandung Barat, di samping proyek pembangunan Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB), Sabtu (27/2/2021).
Suasana sekitar rumah milik Tigor di Desa Gado Bangkong, Kabupaten Bandung Barat, di samping proyek pembangunan Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB), Sabtu (27/2/2021). (Tribun Jabar)

Kendati demikian, jika memang pihak perusahaan tidak membeli tanah miliknya, pembangunan dilakukan lebih tertata dan tidak merugikan warga sekitar.

"Ya karena itu hak mereka mau beli atau tidak tanah saya, saya cuman minta pembangunan lebih rapi agar tempat tinggal kami tidak terkesan kumuh dan kotor apalagi sekarang lagi musim hujan," ujarnya. (*)

Caption: Suasana sekitar rumah milik Tigor yang berlokasi di Desa Gado Bangkong, Kabupaten Bandung Barat, di samping proyek pembangunan Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB), Sabtu (27/2/2021).

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved