Sabtu, 2 Mei 2026

Cuaca Buruk di Awal Tahun 2021, Produksi Durian di Majalengka Menurun

Cuaca buruk yang terjadi pada awal tahun 2021 ini membuat sebagian besar petani durian di Majalengka mengalami kerugian.

Tayang:
Penulis: Eki Yulianto | Editor: Seli Andina Miranti
Tribun Cirebon/ Eki Yulianto
Durian lokal yang berada di Desa/Kecamatan Sindangwangi, Kabupaten Majalengka menurun produksinya. Hal itu disebabkan faktor cuaca ekstrem beberapa waktu terakhir ini. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNJABAR.ID, MAJALENGKA - Tahun ini tampaknya bukan merupakan tahun yang baik bagi petani durian di Kabupaten Majalengka.

Pasalnya, cuaca buruk yang terjadi pada awal tahun 2021 ini membuat sebagian besar petani durian mengalami kerugian.

Salah satu petani asal Desa Sindangwangi, Kecamatan Sindangwangi, Kabupaten Majalengka, Uto Kusyadi (61) mengaku, hasil panen tahun ini tidak banyak dari pada tahun sebelumnya.

Penyebabnya adalah curah hujan yang ekstrem di bulan Januari-Februari menjadi alasannya.

"Biasanya satu kebun itu setiap musim durian bisa sampai menghasilkan 500 buah. Tapi tahun ini hanya 200-300 buah atau turun 40 persen," ujar Uto saat sedang menjajakan duriannya di Desa Sindangwangi, Sabtu (27/2/2021).

Menurut Uto, curah hujan juga sedikit mempengaruhi cita rasa yang dihasilkan.

Namun kembali lagi, setiap pohon juga memiliki karakter masing-masing.

Baca juga: Intip Sinopsis Ikatan Cinta Malam Ini 27 Februari, Kiky Panik, Al Ingin Bebaskan Rendy, Andin Ragu?

"Jadi, ada yang memang masih bisa tahan dengan cuaca. Ada yang tidak. Kalau tahan dengan cuaca mungkin cita rasa sedikit berkurang, misal agak legit, tidak legit banget. Nah, kalau pohon yang tidak tahan cuaca, bisa lembek duriannya dan tidak enak," ucapnya.

Untuk para penikmat durian sendiri, sambung pensiunan guru ini, bahwa jika seseorang tersebut memang menyukai makan durian, hal itu tidak jadi masalah.

Sementara, jika hanya sebatas mencicipi, pasti yang bersangkutan menyatakan ketidakpuasannya terhadap cita rasa durian tersebut.

"Jadi tergantung, kalau orangnya yang betul-betul gemar durian, dia sadar sendiri bahwa musim durian lagi begini, ya sudah dinikmati seadanya begitu," jelas dia.

Baca juga: Pak Tarno Syok Disebut Bangkrut Setelah Videonya sedang Jalan Kaki Viral, Begini Kondisinya Sekarang

Sementara, jumlah penjualan sendiri, Uto menambahkan bahwa musim panen durian tahun ini hanya mampu menjual sebanyak 50-100 buah.

Sedangkan, pada musim panen-panen sebelumnya bisa mencapai 200 buah per hari.

"Saya jual bervariasi, dari harga Rp 35 ribu hingga Rp 150 ribu. Bergantung ukuran, jenis dan cita rasanya. Di saya sendiri, menjual durian jenis Montong, Sinapeul dan lokal. Jenis durian lokal biasa disebut Durian Saber," katanya.

Baca juga: Pemkab Cirebon Dukung Program Kampung Donor yang Digulirkan PMI

Sumber: Tribun Cirebon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved