Breaking News:

Pemprov Jabar Tahun Ini Siapkan Rp 560 Miliar untuk Renovasi Rutilahu, Sekaligus Stimulus Ekonomi

Program perbaikan rumah tidak layak huni (rutilahu) yang digulirkan Pemprov Jabar tidak hanya bertujuan

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Ichsan
Tribun Jabar/Ferri AM
ilustrasi Rutilahu . Pemprov Jabar Tahun Ini Siapkan Rp 560 Miliar untuk Renovasi Rutilahu, Sekaligus Stimulus Ekonomi 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Program perbaikan rumah tidak layak huni (rutilahu) yang digulirkan Pemprov Jabar tidak hanya bertujuan untuk menghadirkan hunian sehat, tetapi juga menstimulus pemulihan ekonomi di tengah pandemi Covid-19

Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Provinsi Jabar Boy Iman Nugraha mengatakan program perbaikan rutilahu dapat menciptakan ratusan ribu lapangan kerja.

"Satu perbaikan rutilahu bisa mempekerjakan tiga sampai empat orang. Belum lagi material dan bahan baku bisa menggerakkan ekonomi," kata Boy di Kota Bandung, Jumat (26/2).

"Dalam masa pandemi ini, pesan utama Gubernur Jabar, perbaikan rutilahu harus dapat menjadi stimulus pemulihan ekonomi lokal dengan cara menggunakan tenaga kerja setempat. Termasuk bahan baku yang digunakan," katanya.

Baca juga: Warga Kampung Batusapi Palabuhanratu Sulap Limbah Kayu jadi Meja, Kursi, hingga Lampu Hias

Pemerintah Provinsi Jabar menganggarkan Rp 560 miliar untuk memperbaiki 31.500 unit rutilahu sepanjang 2021 di 27 daerah. Jika satu rumah mempekerjakan tiga sampai empat orang, maka akan ada sekitar 125.000 lapangan kerja dari program perbaikan rutilahu.

Setiap keluarga penerima manfaat program rutilahu akan diberi bantuan senilai Rp 17,5 juta. Bantuan tersebut untuk material bangunan Rp16,5 juta.

Sisanya untuk upah tenaga kerja dan administrasi. Semua keluarga penerima manfaat program rutilahu akan menerima bantuan dalam bentuk fisik (material bahan bangunan).

Boy menyatakan, program perbaikan rutilahu merupakan komitmen Pemda Provinsi Jabar di bawah kepemimpinan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum untuk mewujudkan hunian yang sehat bagi masyarakat.

Baca juga: Pemkot Bandung Terapkan Aturan untuk PKL Tegallega, Ada Potensi Pelanggaran Ditindak Tegas

"Multiplier effect-nya diharapkan hunian sehat dapat meningkatkan derajat kesehatan penghuninya, meningkatkan produktivitasnya, pendapatannya, ekonominya, dan kesejahteraannya," katanya.

Menurut Boy, keluarga calon penerima manfaat program rutilahu merupakan hasil usulan desa/kelurahan melalui Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) atau Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM).

Usulan tersebut nantinya akan diverifikasi oleh pemerintah kabupaten/kota, serta terdaftar dalam Si Rampak Sekar (Sistem Perencanaan dan Penganggaran yang Terintegrasi antara Pemda Provinsi dengan Pemda Kabupaten/Kota se-Jabar dan Pemerintah Pusat).

"Syarat CPCL (Calon Penerima, Calon Lokasi) antara lain lahan milik sendiri, kategori MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah), luas ruang yang mencukupi," ucapnya.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved