SBY Bersuara Tegas, Minta Usir Kader Partai Demokrat yang Mendukung Pengambilalihan Kursi AHY
Susilo Bambang Yudhoyono memerintahkan agar kader mendukung pengambilalihan atau kudeta pimpinan Partai Demokrat diusir.
TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Susilo Bambang Yudhoyono memerintahkan agar kader mendukung pengambilalihan atau kudeta pimpinan Partai Demokrat diusir.
"Kalau segelintir kader atau mantan kader itu masih bergentayangan, mencari mangsa ke kanan dan ke kiri, katanya ada juga yang bertindak sebagai 'EO', hadapi dengan sikap yang tegas. Usir orang-orang itu," kata SBY, Presiden keenam Indonesia yang merupakan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, itu dalam dalam video news release yang diterima Kompas.com, Rabu (24/2/2021).
SBY juga meminta agar kader dan mantan kader Demokrat itu segera berhenti merusak partai.
Kendati demikian, ia tetap mengingatkan agar para kader tidak melakukan tindakan dengan unsur kekerasan atau main hakim sendiri dalam menghadapi gerakan tersebut.
"Banyak cara untuk mempertahankan kedaulatan partai, tanpa melawan hukum yang berlaku. Dalam melawan kemungkaran, janganlah digunakan cara-cara yang sama mungkarnya," ucapnya.
Meskipun demikian, diakui SBY, sering kali tak mudah untuk mendapatkan keadilan.
Baca juga: KABAR BAIK, Keterisian Tempat Tidur Pasien Covid di RSHS Turun Drastis, Tinggal Terisi 21 Persen
Baca juga: Selebgram Ajudan Pribadi Kehilangan Handphone, Pelaku Ditangkap Malah Dikasih Uang, Ini Alasannya
Namun, ia mengingatkan agar Demokrat tetap menjadi pihak yang menghormati konstitusi.
Lebih lanjut, Presiden keenam RI itu bercerita pengalamannya pada 2017, saat putranya Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengikuti kontestasi Pilkada DKI Jakarta.
Kala itu, ia merasa sebagai warga negara yang tidak mendapatkan keadilan dalam menyuarakan haknya.
"Sebagai warga negara, bukan sebagai mantan presiden, saya juga kerap menghadapi isu keadilan ini. Dulu, di tahun 2017, ketika tengah digelar Pilkada Jakarta, dan AHY menjadi salah satu calon gubernur, rumah saya di Kuningan digeruduk oleh ratusan massa," cerita dia.
"Sebenarnya banyak yang tahu, siapa penggerak dari aksi penggerudukan itu. Namun, hingga kini, keadilan tidak pernah datang," sambung SBY.
Tak berhenti sampai di situ, SBY mengungkapkan pernah mengalami fitnah kejam, satu hari menjelang pemungutan suara Pilkada Jakarta 2017.
Ia mengatakan, fitnah itu dilakukan oleh seseorang yang dekat dengan penguasa. Namun, ia tak menyebut fitnah seperti apa dan siapa orang yang dimaksud memfitnahnya.
Menurut SBY, ia sudah mengadukan hal tersebut kepada pihak kepolisian.
Baca juga: TNI Gelar Mutasi Massal, Ini Nama-nama Pati yang Pindah Tugas dan Dapat Promosi Jabatan
Baca juga: Cerita Pasangan Suami-Istri Menikah di Usia 12 dan 11 Tahun, Punya 16 Anak, Awalnya Ingin Sepasang
Namun, hingga kini siapa yang memfitnah dirinya tidak pernah dibuka oleh pihak kepolisian.