Breaking News:

Dorong Sejumlah Proyek di Jabar Utara, BUMD Jabar Buka Tambang Pasir Batu di Sumedang

Pembangunan sejumlah proyek di Jawa Barat, khususnya bagian utara Jabar, kian membutuhkan banyak material

istimewa
Dorong Sejumlah Proyek di Jabar Utara, BUMD Jabar Buka Tambang Pasir Batu di Sumedang 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pembangunan sejumlah proyek di Jawa Barat, khususnya bagian utara Jabar, kian membutuhkan banyak material bahan bangunan.

BUMD PT Jasa Sarana pun menyiapkan tambang pasir batu di Paseh, Kabupaten Sumedang, untuk mendukung pembangunan infrastruktur strategis di wilayah utara Jawa Barat.

Direktur Utama PT Jasa Sarana Hanif Mantiq mengatakan pihaknya sejak akhir 2020 intens mengelola bisnis di sektor tambang yang diyakini bisa menjadi salah satu sektor andalan bagi BUMD Jabar ini.

Menurutnya tambang pasir batu Paseh selain dikelola untuk memenuhi kebutuhan permintaan ritel bahan bangunan atau para pengembang perumahan, juga disiapkan untuk mendukung program pembangunan infrastruktur strategis di wilayah Utara Jawa Barat. 

Baca juga: Saripohatji, Bedak Tradisional Tetap Eksis Sejak Zaman Belanda, Bikin Kulit Wajah Jadi Glowing

Dengan memanfaatkan lahan seluas 20 hektare di Paseh di Kabupaten Sumedang, pihaknya tengah menggenjot produksi tambang pasir batu di kawasan tersebut proyek Tol Cisumdawu, Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Pelabuhan Patimban, dan pengembangan kawasan Rebana. 

“Demand-nya tinggi, untuk permintaan ritel saja setiap hari bisa lebih dari 50 truk dilayani,” katanya melalui ponsel, Minggu (20/2).

Tujuannya, katanya, adalah mendukung pembangunan yang tengah digenjot oleh pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Kawasan ini naru digarap intens pada Desember 2020 dan targetnya bisa produksi 30.000-50.000 meter kubik per bulan. 

"Pangsa pasar tinggi, sementara lokasi pasir batu saat ini sudah terbatas. Kebetulan posisi kita strategis untuk menunjang pembangunan di utara Jawa Barat," kata Hanif.

Hanif juga memastikan meski melakukan eskplorasi, pihaknya tetap mengutamakan aspek lingkungan. Nantinya area tambang akan dipadukan dengan konsep pertambangan berwawasan lingkungan.

Baca juga: Rumah Sakit Kebanjiran, Pasien Covid-19 Kabur Saat Petugas Sibuk Evakuasi, Masih Terus Dicari

Kawasan utara Jabar sendiri tengah menjadi fokus pembangunan. Di antaranya Rebana Metropolitan yang meliputi tujuh daerah, yakni Kabupaten Sumedang, Majalengka, Cirebon, Subang, Indramayu, dan Kuningan, serta Kota Cirebon.

Sebagai jantung pertumbuhan kawasan ini, ada Pelabuhan Patimban di Kabupaten Subang dan Bandarudara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati di Kabupaten Majalengka yang berfungsi sebagai pusat konektivitas dan logistik.

Rebana Metropolitan diproyeksikan sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi Jabar melalui pengembangan kawasan industri yang terintegrasi, inovatif, kolaboratif, berdaya saing tinggi, dan berkelanjutan.

Dengan 13 kota baru, Rebana Metropolitan diproyeksikan bisa meningkatkan 5 persen ekonomi dan menghadirkan 4,3 juta lapangan kerja di 2030.

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved