DETIK-DETIK Kecelakaan Maut Pabatu yang Tewaskan 9 Remaja Masjid, Avanza Coba Salip Mobil

Sembilan orang tewas dalam kecelakaan maut antara Toyota Avanza vs Bus Intra tersebut. kecelakaan maut pabatu bukit tinggi.

Editor: Ravianto
ho/tribun medan
Penampakan dua kendaraan yang terlibat Jalan Lintas Medan - Pematangsiantar Km 89-90, tepatnya Dusun V, Desa Naga Kesiangan, Kecamatan Tebingtinggi, Kabupaten Serdangbedagai, Minggu (21/2/2021) malam 

Usia : 19 Tahun

Pekerjaan : Pelajar

9. Ahmad Ridho Zaki Nasution (Laki-laki)

Tanggal Lahir : Laut Dendang, 15-04-2004

Pekerjaan : Pelajar

3.  Pulang dari Acara Pernikahan

Sembilan orang yang meninggal merupakan remaja masjid.

Mereka pergi ke Pematang Siantar untuk menghadiri pernikahan temannya sesama remaja masjid.

Hal itu diungkap oleh Rahmadi (55), seorang ayah yang dua anaknya meninggal dalam kecelaakan itu.

Dua anak Rahmadi yakni Fahrul Hanafi (22) dan Arzita Haulani (18).

Sejumalh warga mengangkat keranda jenazah tabrakan bus Intra dengan mobil Avanza di kawasan Pabatu, Tebing Tinggi yang menewaskan 9 orang di mobil Avanza pada MInggu (21/2/2021) malam. Seluruh korban meninggal dunia merupakan remaja Masjid Al Iman di Laut Dendang, Kecamatan Percut Sei Tuan, Deli Serdang.
Sejumalh warga mengangkat keranda jenazah tabrakan bus Intra dengan mobil Avanza di kawasan Pabatu, Tebing Tinggi yang menewaskan 9 orang di mobil Avanza pada MInggu (21/2/2021) malam. Seluruh korban meninggal dunia merupakan remaja Masjid Al Iman di Laut Dendang, Kecamatan Percut Sei Tuan, Deli Serdang. (KOMPAS.com/DEWANTORO)

Diberitakan Kompas.com, Rahmadi menjelaskan, kedua anaknya pada Sabtu (20/2/2021) pagi bersama dengan tujuh remaja masjid pergi menghadiri undangan pernikahan seorang remaja masjid di Pematang Siantar menggunakan mobil rental.

"Jadi orang ini nginap di sana, Minggunya pulang. Jadi semenjak dari sana, di Pabatu itu lah kecelakaan," katanya pelan.

Terakhir kali dirinya berkomunikasi dengan anaknya pada pukul 20.00 WIB ketika mereka sedang berada di Sidamanik.

Setelah itu, dia mendapat kabar telepon dari teman korban bahwa anaknya kecelakaan.

Merasa belum yakin, dia menghubungi nomor anaknya dan dingkat oleh seorang polisi.

"Mungkin jam 9 di Pabatu, orang itu nyenggol mobil Intra. Saya telepon nomor anak saya, diangkat polisi. Katanya, udah bapak ke sini aja karena ini 9 meninggal, di RS Bhayangkara," katanya.

Dikatakannya, sebelum berangkat kedua anaknya ceria dan sempat bersalaman serta berpelukan.

Ternyata salaman dan pelukan tersebut adalah yang terakhir kalinya bertemu dengan dua dari tiga anaknya itu.

"Ceria-ceria aja. tidak ada tanda-tanda apa. Jadi saya Minggu pergi ke kampung ke Batubara. Biasanya mereka semua ikut arisan," katanya.

(Tribunnews.com/Daryono) (Kompas.com/Kontributor Medan, Dewantoro)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved