Breaking News:

Tarsimah Serba Kekurangan, Cuma Bisa Dengar Tetangga Ramai-ramai Beli Mobil Setelah Jadi Miliarder

Tak semua warga Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, menjadi miliarder. Masih ada yang lain yang hidup dalam kekurangan.

Surya
Tarsimah hanya bisa mendengar tetangganya membeli mobil baru setelah jadi miliarder. 

Di dinding depan rumahnya tertempel tanda penerima bantuan pangan nontunai (BPNT) dan Program Keluarga Harapan (PKH).

"Tidak punya tanah, ya hanya rumah ini. Saya dan suami sudah tidak kerja, dapat bantuan dari pemerintah," ujarnya.

Di rumah itu ia tinggal bersama Parman (70), suaminya, yang kini mengalami sakit dan tidak bisa jalan.

Kondisi itu membuatnya harus tetap bertahan dengan segala keterbatasan.

Baca juga: Harganya Rp 1,6 Miliar, Inilah BMW M 1000 RR yang Akan Dijual di Indonesia, Anda Minat Harus Sabar

Baca juga: Nissa Sabyan Didandani Ririe Fairus Biar Terlihat Cantik, Namun Kini Malah Rebut Suaminya

Ia juga bercerita saat ini kedua anaknya sudah tidak tinggal serumah, melainkan telah berkeluarga.

Ada yang tinggal di luar kota.

"Ya, seadanya bertahan. Melihat tetangga pada jual tanah, saya tidak bisa apa-apa, tidak punya lahan untuk dijual juga," ucapnya sambil bersandar di pintu masuk.  

Pendamping Bantuan Sosial Pangan (BSP) atau Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Jenu, Imron, mengatakan, sebelumnya ada 288 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) BPNT di Desa Sumurgeneng.

Namun, setelah diverifikasi atas viralnya kampung miliarder, ditemukan 27 KPM yang dianggap sudah mampu karena telah menjual lahan ke Pertamina.

Warga yang dianggap sudah mampu dicoret sebagai penerima BPNT melalui aplikasi sistem informasi kesejahteraan sosial next generation (SIKS-NG).

Baca juga: ADA APA? Batu-batu di Situs Cagar Budaya Gunung Padang Cianjur Disikat Satu Per Satu

Halaman
123
Editor: Giri
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved