Breaking News:

Pembakaran Sampah Terjadi di TPA Cibeureum Sumedang, Harusnya Tak Boleh Tapi Dibiarkan Saja

TPA Sampah Cibeureum yang berada di Desa Cibeureum Wetan, Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang, kondisinya dinilai sudah overload.

Istimewa
Petugas sedang membongkar sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Cibeureum di Desa Cibeureum Wetan, Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang. 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Cibeureum yang berada di Desa Cibeureum Wetan, Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang, kondisinya dinilai sudah overload atau melebihi kapasitas.

Berdasarkan data dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Sumedang, TPA itu rata-rata menampung sampah 345 ton per hari.

Sampah-sampah itu dihasilkan dari 1.152.400 jiwa penduduk di 26 kecamatan di Kabupaten Sumedang.

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah, DLHK Kabupaten Sumedang, Tatang Muchidin, mengatakan, karena TPA Cibeureum seluas 11 hektare tersebut saat ini sudah overload, maka sudah seharusnya direvitalisasi.

"Sekarang juga sudah terjadi pembakaran sampah oleh para pemulung. Tapi kita biarkan saja daripada (menumpuk) karena sudah tidak ada solusi," ujar Tatang saat dihubungi melalui sambungan telepon, Minggu (21/2/2021).

Padahal, kata Tatang, pembakaran sampah di TPA tersebut seharusnya tidak boleh dilakukan. Sehingga satu-satunya solusi, harus direvitalisasi dan harus segera menyediakan TPA yang baru.

Baca juga: Command Center di Sumedang Disebut Lebih Baik dari Kota Bandung, Ini Kehebatannya, Segera Diresmikan

Baca juga: Tarsimah Serba Kekurangan, Cuma Bisa Dengar Tetangga Ramai-ramai Beli Mobil Setelah Jadi Miliarder

Di TPA Cibeureum itu juga, kata Tatang, penanganan sampahnya masih menggunakan metode open dumping atau ditimbun hingga terjadi pembakaran sampah yang masif.

"Jadi secara lingkungan, penanganannya dibawa standar atau tidak sesuai dengan standar," ucapnya.

Ia mengatakan, terkait revitalisasi TPA Cibeureum itu, sebetulnya sudah ada penggantinya yakni TPA Cijeruk di Kecamatan Pamulihan.

Namun, hingga saat ini TPA yang dibangun pada tahun 2018 tersebut masih belum bisa digunakan.

"Kita sekarang belum bisa melakukan revitalisasi (TPA Cibeureum) karena TPA Cijeruk belum jalan," kata Tatang.

Baca juga: Harganya Rp 1,6 Miliar, Inilah BMW M 1000 RR yang Akan Dijual di Indonesia, Anda Minat Harus Sabar

Menurutnya, revitalisasi TPA Cibeureum itu sudah seharusnya dilakukan karena lokasinya sudah tidak bisa menampumg sampah yang rata-ratanya satu orang penduduk di Sumedang menghasilkan sampah 0,3 kilogram per hari.

"Jadi, sebanyak 1.152.400 jiwa penduduk dikalikan 0,3 kilogram sampah, maka timbulan sampah ada 345 ton per hari," ucapnya. (*)

Penulis: Hilman Kamaludin
Editor: Giri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved