Breaking News:

Pandemi Covid-19, Penjualan Senapan Angin di Cipacing Sumedang Tak Melesat Lagi

menurunnya penjualan senapan angin saat pandemi Covid-19 ini karena masyarakat juga melihat situasi dan kondisi perekonomiannya yang ikut menurun

Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Seli Andina Miranti
Tribun Jabar/ Hilman Kamaludin
Pengarjin senapan angin saat memproduksi senapan angin. 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Pengrajin senapan angin di daerah Desa Cipacing dan Desa Cikeruh, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, turut terdampak pandemi Covid-19.

Saat ini, penjualan senapan angin dari para pengrajin itu tidak melesat seperti dulu, bahkan saat ini jumlah penjualannya menurun hingga 50 persen akibat daya beli masyarakat juga menurun.

Idih Sunaedi (64), seorang pengrajin senapan angin, mengatakan, dampak pandemi Covid-19 ini memang sangat besar terhadap para pengrajin senapan angin di daerah Cipacing dan Cikeuruh.

"Tapi kalau dikatakan lumpuh, sebetulnya tidak sampai lumpuh 100 persen. Penjualan menurun hampir 50 persen karena sekarang peminatnya sudah kurang," ujarnya saat ditemui di Cikeuruh, Jumat (19/2/2021).

Idih menduga, menurunnya penjualan senapan angin saat pandemi Covid-19 ini karena masyarakat juga melihat situasi dan kondisi perekonomiannya yang diduga turut menurun.

Ia mengatakan, dalam satu bulan ini saja dirinya baru menjual sebanyak 15 pucuk senapan. Biasanya sebelum pandemi Covid-19, Idih bisa menjual 40 hingga 50 pucuk senapan.

"Biasanya saya memasok senapan angin ke seluruh daerah indonesia seperti Aceh hingga Papua juga sudah masuk," kata Idih.

Selama ini, kata Idih, penjualan senapan angin baik dari daerah Cipacing maupun Cikeuruh ini dilakukan dengan sistem online, dan ada juga yang langsung memasan.

Baca juga: Viral di Medsos, Ibu-ibu Gotong Royong Perbaiki Jalan Desa di Pangandaran, Bosan Kondisi Jalan Rusak

Idih yang juga sebagai Ketua Koperasi Bina Karya, memastikan, meski penjualan saat pandemi Covid-19 menurun, semua pengarjin tidak akan terjerumus pada kegiatan yang melanggar hukum, seperti merakit senjata api.

"Sejak berdiri Bina Karya, tidak pernah ada satu pun anggota yang membuat senapan api. Kita hanya bikin senapan angin saja kaliber 4,5 tidak lebih dari itu," ucapnya.

Ia mengatakan, untuk harga senapan angin yang dijual bervariasi mulai dari Rp 1,2 juta hingga Rp 5,5 juta tergantung model dan tipenya saja.

Ketua Koperasi Cipacing Mandiri (Kocima), Cucu Suryaman yang juga pengrajin senapan angin mengatakan, meski penjualan menurun, tetapi jumlah pengrajin senapan angin di Cipacing semakin menjamur, akibat banyaknya warga Cipacing yang di PHK dari perusahaan.

Baca juga: Tas Kecil Amanda Manopo saat Jadi Andin Ikatan Cinta Disebut Mirip Ketupat, Ternyata Seharga Motor

"Meskipun banyak pengrajin baru akibat dampak PHK, tapi koperasi sangat ketat mengawasi mereka. Sehingga harapan kedepannya Cipacing harus tetap zero senpi rakitan," ucap Cucu.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved