Tebing Runtuh, Jalur Ciamis-Cirebon Terputus 13 Jam, Pengguna Jalan Waspada Longsor Susulan
Tebing runtuh di ruas jalan nasional Ciamis-Cirebon mengakibatkan jalur tersebut terputus selama 13 jam
Penulis: Andri M Dani | Editor: Siti Fatimah
TRIBUNJABAR.ID,CIAMIS – Arus lalu lintas Ciamis-Cirebon sempat tersendat selama 13 jam menyusul tertimbunnya ruas jalan nasional tersebut di Blok Cihayam Dusun Sukahurip Rt 03 RW 10 Desa Winduraja Kawali, Kamis (18/2) pukul 00.30 dinihari.
Ruas jalan penghubung Jalur Pantura dan Jalur Selatan tersebut tertimbun longsor tebing sepanjang 20 meter, lebar 8 meter dengan ketinggian puing longsor mencapai 5 meter.
Longsor tebing terjadi menyusul hujan lebat dengan intensitas tinggi hampir setiap hari mengguyur Ciamis.
Baca juga: GEMPA 5,1 Baru Saja Mengguncang Bengkulu Menjelang Magrib, Berpusat di Laut, Ini Unggahan BMKG
Runtuhan tebing menimbun seluruh lebar badan jalan sehingga tidak bisa dilewati kendaraan apapun, termasuk sepeda motor.
“Tadi pagi sekitar pukul 06.00 saya ke lokasi, longsor menutup lebar badan jalan sehingga semua kendaraan tidak bisa lewat. Termasuk sepeda motor. Banyak kendaraan yang tertahan di jalur lokasi longsor,” ujar H Endang Sutresna, warga Desa Winduraja Kawali yang juga pensiunan Kadishub Ciamis kepada Tribun Kamis (18/2).
Kami pagi itu juga puing longsor menimbun ruas jalur Ciamis-Cirebon di Blok Cihayam tersebut disingkirkan dengan menggunakan 2 alat berat.
“Tadi sekitar pukul 14.00, arus kendaraan sudah mulai lewat. Tapi pukul 15.00 sempat ditutup lagi karena hujan lebat turun, takut terjadi longsor susulan Kondisi lokasi masih labil,” katanya.
Baca juga: Penting Diketahui! Ini Hal yang Harus dan Jangan Dilakukan untuk Menyelamatkan Diri Saat Gempa Bumi
Namun pukul 16.00 Kamis sore tersebut menurut H Endang, arus kendaran kembali dibuka.
“ Pukul 16.00 arus kendaraan sudah kembali lancar, hujan sudah reda. Bahkan dua alat berat juga sudah ditarik, barusan lewat depan rumah,” ujar H Endang.
Meski puing longsor sudah berhasil dievakuasi, namun menurut H Endang dikhawatirkan terjadi longsor susulan. Mengingat di lokasi tidak hanya labil tapi diatasnya ada kolam dan saluran irigasi.
“Kalau terjadi longsor susulan. Tidak hanya jalan yang kembali tertimbun, tetapi jalur jalan di bagian atasnya juga terancam putus akibat longsor. Jalur jalannya kan berbelok menanjak,” katanya.
Baca juga: TRAGIS, Tragedi Keluarga, Tak Mau Dimadu, Ibu Muda Ini Nekat Lakukan Hal Ini, Sempat Ingatkan Suami
Kekhawatirkan serupa juga diungkapkan oleh H Ade Darsono, warga setempat. “Kondisi tebingnya kan masih labil, apalagi kalau hujan lebat turun lagi. Lokasi memang agak jauh dari pemukiman, tapi di bawah ruas jalan yang tertimbun longsor itu ada satu rumah yang terancam,” ujar H Ade Darsono.
Menyusul putusnya arus lalu lintas di Blok Cihayam tersebut katanya arus kendaraan dari arah Cirebon, Kuningan, Cikijing menuju Ciamis dialihkan ke arah Rancah dari persimpangan Hayawang, sebelum Jatinegara belok ke arah Linggapura begitu pula sebalik dari arah Ciamis.
“Juga ada yang dialihkan lewat jalan desa terus ke jalan pesantren Al Itihad. Keluarnya di pertigaan samping RSUD Kawali. Tapi khusus mobil pribadi,” katanya.
Namun menurut H Ade, sekitar pukul 14.00 arus kendaraan sudah kembali pulih. Menyusul telah disingkirkannya puing longsor yang menimbun jalan Ciamis-Cirebon di Blok Cihayam yang berlokasi di perbatasan Dusun Hayawang dan Dusun Sukahurip Desa Winduraja Kawali tersebut.
Baca juga: Pemuda Cianjur yang Potong Alat Kelaminnya Sempat Kabur dari Rumah dengan Kondisi Berdarah-darah
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/jalur-terputus-ciamis-cirebon.jpg)