Prajurit Ciamis Gugur di Papua
Prada Ginanjar Prajurit asal Ciamis yang Gugur di Papua, Mira Maryani: Minggu Sore Masih Komunikasi
Saat berlangsungnya prosesi pemakaman jenazah Prada (anumerta) Ginanjar Arianda, Mira Maryani (22) terus-menerus mendekap pigura foto almarhum.
Penulis: Andri M Dani | Editor: Hermawan Aksan
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Andri M Dani
TRIBUNJABAR.ID, CIAMIS – Saat berlangsungnya prosesi pemakaman jenazah Prada (anumerta) Ginanjar Arianda secara kebesaran militer di Taman Makam Pahlawan “Kusuma Bangsa” Kota Banjar, Rabu (17/2) siang, Mira Maryani (22) terus-menerus mendekap pigura foto almarhum.
Mata tamatan SMKN 1 Banjar yang kini menjadi mahasiswi Unsil Tasikmalaya itu terlihat berkaca-kaca.
Terlebih ketika jenazah Prada Ginanjar Arianda diturunkan ke liang lahat.
Baca juga: Kasus Narkoba, Beda dengan Sang Istri, Ajun Perwira Dipulangkan, Jennifer Jill Ditahan Polisi
Baca juga: Kerap Pakai Kaus dan Celana Jins Bolong, Kapolsek Cantik yang Pakai Sabu-sabu Ini Banyak Fansnya
Mira adalah teman dekat Prada Ginanjar Arianda.
“Kami sudah dekat sebelum almarhum jadi anggota TNI. Sewaktu masih duduk di SMK. Cuma beda sekolah. Saya di SMKN 1 (Banjar), almarhum di SMK 2 (Banjar),” tutur Mira menjawab pertanyaan Tribun dan wartawan lainnya seusai prosesi pemakaman jenazah Prada (anumerta) Ginanjar Arianda di TMP Kusuma Bangsa Kota Banjar, Rabu (17/2) siang.
Menurut Mira, ia terakhir berkomunikasi dengan Prada Ginanjar Arianda, pada Minggu (14/2) sore.
“Hampir setiap hari kami berkomunikasi via telepon. Biasanya pagi hari. Tapi Minggu sore itu, ada telepon dari Papua. Minta didoain, agar baik-baik saja,” katanya.
Mira tak menyangka telepon Minggu (15/2) sore tersebut menjadi komunikasi terakhir, ia dengan Prada Ginanjar Arianda.

Senin (16/2) pagi, Mira mendapat informasi dari pihak keluarga bahwa teman dekatnya tersebut, Prada Ginanjar Arianda, gugur di Papua saat bertugas.
“Padahal rencananya mau pulang Maret nanti,” tutur Mira, dengan mata kembali berkaca-kaca sembari terisak sedih.
Ternyata Prada Ginanjar Arianda “pulang” lebih cepat.
Anggota Yonif 406/Candra Kusuma Brigif 4/Banteng Raider Kodam IV Diponegoro tersebut gugur pada kontak tembak dengan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di pos peninjauan Kampung Mamba Disrtrik Sugapa Kabupaten Intan Jaya Papua, Senin (15/2) 08.23 WIT pagi.
Ginanjar mengalami luka tembak di pinggang dan tembus ke perut.
Baca juga: Dibuang Barcelona, Gemilang di Atletico Madrid, Luis Suarez: Tak Ada yang Bisa Menghentikan Saya!
Baca juga: Persib Bandung Sudah Kantongi Pengganti Fabiano Beltrame, Teddy Tjahjono: Ada Dong!
Alumnus SMKN 2 Kota Banjar kelahiran 20 Mei 1999 tersebut gugur dalam usia 22 tahun.