Prajurit Ciamis Gugur di Papua

Prada Ginanjar Prajurit asal Ciamis yang Gugur di Papua, Mira Maryani: Minggu Sore Masih Komunikasi

Saat berlangsungnya prosesi pemakaman jenazah Prada (anumerta) Ginanjar Arianda, Mira Maryani (22) terus-menerus mendekap pigura foto almarhum.

Penulis: Andri M Dani | Editor: Hermawan Aksan
Tribun Jabar
Prada Ginanjar Arianda masih sempat berkomunikasi dengan teman dekatnya, Mira Maryani, pada hari Minggu (14/2/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Andri M Dani

TRIBUNJABAR.ID, CIAMIS – Saat berlangsungnya prosesi pemakaman jenazah Prada (anumerta) Ginanjar Arianda secara kebesaran militer di Taman Makam Pahlawan “Kusuma Bangsa” Kota Banjar, Rabu (17/2) siang, Mira Maryani (22) terus-menerus mendekap pigura foto almarhum.

Mata tamatan SMKN 1 Banjar yang kini menjadi mahasiswi Unsil Tasikmalaya itu terlihat berkaca-kaca.

Terlebih ketika jenazah Prada Ginanjar Arianda diturunkan ke liang lahat.

Baca juga: Kasus Narkoba, Beda dengan Sang Istri, Ajun Perwira Dipulangkan, Jennifer Jill Ditahan Polisi

Baca juga: Kerap Pakai Kaus dan Celana Jins Bolong, Kapolsek Cantik yang Pakai Sabu-sabu Ini Banyak Fansnya

Mira adalah teman dekat Prada Ginanjar Arianda.

“Kami sudah dekat sebelum almarhum jadi anggota TNI. Sewaktu masih duduk di SMK. Cuma beda sekolah. Saya di SMKN 1 (Banjar), almarhum di SMK 2 (Banjar),” tutur Mira menjawab pertanyaan Tribun dan wartawan lainnya seusai prosesi pemakaman jenazah Prada (anumerta) Ginanjar Arianda di TMP Kusuma Bangsa Kota Banjar, Rabu (17/2) siang.

Menurut Mira, ia terakhir berkomunikasi dengan Prada Ginanjar Arianda, pada Minggu (14/2) sore.

“Hampir setiap hari kami berkomunikasi via telepon. Biasanya pagi hari. Tapi Minggu sore itu, ada telepon dari Papua. Minta didoain, agar baik-baik saja,” katanya.

Mira tak menyangka telepon Minggu (15/2) sore tersebut menjadi komunikasi terakhir, ia dengan Prada Ginanjar Arianda.

Suasana pemakaman secara kebesaran militer Prada (anumerta) Ginanjar Arianda di Taman Makam Pahlawan “Kusuma Bangsa” Jl Dr Husen Kartasasmita Kota Banjar, Rabu (17/2) siang. Anggota Yonif 406/Candra Kusuma Brigif 4 /Banteng Raider Kodam IV Diponegoro tersebut gugur dalam kontak tembak dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di  Kampung Mamba Distrik Sugapa Kabupaten Intan Jaya Papua, Senin (15/2) pukul 8.23 WIT (foto: Tribunjabar.id/andri m dani)
Suasana pemakaman secara kebesaran militer Prada (anumerta) Ginanjar Arianda di Taman Makam Pahlawan “Kusuma Bangsa” Jl Dr Husen Kartasasmita Kota Banjar, Rabu (17/2) siang. Anggota Yonif 406/Candra Kusuma Brigif 4 /Banteng Raider Kodam IV Diponegoro tersebut gugur dalam kontak tembak dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di  Kampung Mamba Distrik Sugapa Kabupaten Intan Jaya Papua, Senin (15/2) pukul 8.23 WIT (foto: Tribunjabar.id/andri m dani) (Tribun Jabar/andri m dani)

Senin (16/2) pagi, Mira mendapat informasi dari pihak keluarga bahwa teman dekatnya tersebut, Prada Ginanjar Arianda, gugur di Papua saat bertugas.

“Padahal rencananya mau pulang Maret nanti,” tutur Mira, dengan mata kembali berkaca-kaca sembari terisak sedih.

Ternyata Prada Ginanjar Arianda “pulang” lebih cepat.

Anggota Yonif 406/Candra Kusuma Brigif 4/Banteng Raider Kodam IV Diponegoro tersebut gugur pada kontak tembak dengan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di pos peninjauan Kampung Mamba Disrtrik Sugapa Kabupaten Intan Jaya Papua, Senin (15/2) 08.23 WIT pagi.

Ginanjar mengalami luka tembak di pinggang dan tembus ke perut.

Baca juga: Dibuang Barcelona, Gemilang di Atletico Madrid, Luis Suarez: Tak Ada yang Bisa Menghentikan Saya!

Baca juga: Persib Bandung Sudah Kantongi Pengganti Fabiano Beltrame, Teddy Tjahjono: Ada Dong!

Alumnus SMKN 2 Kota Banjar kelahiran 20 Mei 1999 tersebut gugur dalam usia 22 tahun.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved