Breaking News:

Sempat Turun hingga Sentuh Angka Rp 800 per Kg, Harga Jual Tomat di KBB Mulai Kembali Naik

Harga tersebut merupakan harga yang ditawarkan petani ke bandar yang membeli sayurannya. harga pasar biasanya selisih Rp 2.000 dari harga bandar.

Penulis: Wildan Noviansah
Editor: Seli Andina Miranti
Tribun Jabar/ Wildan Noviansah
Salah satu perkebunan milik warga yang berlokasi di Desa Desa Jambudipa, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Senin (15/2/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Wildan Noviansah

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT - Setelah mengalami penurunan beberapa pekan lalu, harga jual tomat dan sayuran lainnya di Kabupaten Bandung Barat (KBB) saat ini kembali merangkak naik.

Salah satu petani di Desa Jambudipa, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Uju, mengatakan, saat ini harga tomat mulai merangkak naik menjadi Rp 4.000 per kilogram.

"Alhamdulillah saat ini sudah naik, seminggu yang lalu harga tomat cuman Rp 800 tapi sekarang sudah naik jadi Rp 4.000," katanya saat ditemui, Senin (15/2/2021).

Harga tersebut merupakan harga yang ditawarkan petani ke bandar yang membeli sayurannya. Uju mengatakan harga pasar biasanya selisih Rp 2.000 dari harga bandar.

Dirinya mengatakan, biasanya sayuran yang ditanam olehnya dibeli oleh bandar dari berbagai daerah, mulai dari Cikopo, Tanah Tinggi, Hingga Cibitung.

Bukan hanya tomat, beberapa jenis sayuran yang ditanam Uju juga mengalami kenaikan harga. Seperti sawi yang asalnya Rp 500 naik menjadi Rp 2.000, dan brokoli yang asalnya Rp 2.500 naik menjadi Rp 6.000.

Baca juga: Cerita Menarik di Balik Nomor Punggung Bayu M Fiqri di Persib, Ternyata Pemberian Sosok Ini

Sebagai petani, Uju berharap harga di pasaran kembali normal seperti sedia kala agar dirinya tidak mengalami kerugian.

"Semoga harga di pasaran normal lah, gak jomplang antara modal yang harus kita keluarkan dengan harga jual yang murah. Soalnya biar kita gak rugi terus-terusan," ujarnya.

Baca juga: Irigasi Jebol, Ratusan Hektare Sawah di Citarik Sukabumi Terancam Kekeringan, Ekonomi Terganggu

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved