Rumah Makan yang Terang Benderang Itu Dilihat Enjang Jurang Berkabut, Itulah Awal Dia Kesasar
Enjang langsung terkejut setelah melihat jalan yang tadinya terlihat ditutupi kabut dan terdapat jurang, ternyata adalah jalan utama menuju Tasik.
Di situ pula Enjang nekat memarkir mobil walau jalan sempit.
Setelah berhasil memutar, mobil berjalan lagi. Namun salah satu ban pecah.
Saat akan mengganti ban hujan pun turun. Enjang kemudian memundurkan kendaraan karena posisinya tidak pas.
"Beberapa saat kemudian kami mendengar suara gemuruh dan ternyata terjadi longsor menutupi jalan," ujar Enjang. Seluruh penumpang berupaya tenang dan berdoa.
Setelah agak reda, Enjang pun keluar mobil bermaksud mengganti ban. Saat itu jam menunjukkan pukul 21.00.
"Namun saat saya berada di luar, saya mendengar suara orang meminta tolong. Ada pula suara meminta ampun. Saya langsung kembali masuk mobil dan semua terus berdoa," kata Enjang.
Ade (45), kerabat Enjang, kemudian berinisiatif menghubungi kenalannya di Majalengka untuk meminta tolong.
"Alhamdulillah telepon menyambung dan kami akhirnya diam di dalam mobil selama beberapa jam menunggu pertolongan datang," ujar Enjang.
Pertolongan pun akhirnya datang, dan membuat lega dan haru seluruh penumpang.
"Kami kemudian dievakuasi ke pertigaan," kata Enjang.
Setiba di pertigaan, Enjang langsung terkejut setelah melihat jalan yang tadinya terlihat ditutupi kabut dan terdapat jurang, ternyata adalah jalan utama menuju Tasikmalaya.
"Di sisi kanannya juga terdapat rumah makan dengan halaman parkir yang luas dan terang benderang. Padahal sebelumnya saya lihat ditutupi kabut dan terdapat jurang," ujar Enjang.
Mobil Bawa 7 Orang
Tujuh warga tersesat di kawasan hutan Gunung Putri saat menuju Tasikmalaya, Jumat (12/1/2021), pukul 23.00 WIB.
Mereka yang merupakan warga Tasikmalaya itu pergi menggunakan mobil Avanza.