Breaking News:

Ridwan Kamil Minta Kewenangan Vaksinasi di Jabar Diserahkan ke Provinsi

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat masih menunggu distribusi

TRIBUN JABAR / CIKWAN SUWANDI
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat masih menunggu distribusi vaksin Covid-19 dari pemerintah pusat. Pihaknya pun meminta supaya pengaturan vaksinasi dilakukan oleh Pemprov Jabar.

"Vaksin kalau kita pasti kurang karena masih banyak (dibutuhkan) dan kita masih nunggu drop-dropan dari pusat karena kewenangan jumlahnya dari pusat. Dan kita sudah mengajukan di Jawa Barat dengan kesiapannya, ingin melakukan vaksinasi secara desentralisasi," kata Gubernur di Gedung Sate, Senin (15/4).

Melalui desentralisasi kebijakan vaksinasi, katanya, pemberian vaksin Covid-19 dapat dilakukan secara lebih cepat. Selama ini, ujarnya, terjadi berbagai dinamika mengenai vaksinasi Covid-19 di Jabar yang membutuhkan penanganan segera dari daerah.

"Sehingga minta izin, kita yang ngatur siapa yang disuntik kira-kira begitu. Supaya kalau ada dinamika di lapangan, kita bisa mengambil diskresi yang lebih adil," katanya.

Ketua Harian Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Jawa Barat, Daud Achmad, mengatakan pihaknya tengah menunggu distribusi kembali vial atau dosis vaksin Covid-19 dari Kementerian Kesehatan RI, khususnya untuk vaksinasi para tenaga kesehatan di Jawa Barat.

Baca juga: Berantas Rentenir, Bupati Sukabumi Teken Raperda Koperasi

Sampai 13 Februari 2021 pukul 15.00 WIB, kata Daud, dari sasaran 181.701 orang yang akan divaksin, yakni tenaga kesehatan dan para tokoh publik, sebanyak 145.341 orang atau 79,99 persennya sudah mendapat suntikan dosis pertama. Sedangkan yang sudah mendapat suntikan dosis kedua adalah sebanyak 31.975 orang atau 17,60 persen.

Berdasarkan data awal Februari 2021, distribusi Tahap 1 vaksin Covid-19 ke Jawa Barat pada Termin 1 adalah 97.080 vial atau dosis, kemudian pada Termin 2 sebanyak 253.640 vial. Sehingga totalnya Jawa Barat baru menerima 350.720 vial atau dosis untuk 175.360 orang. Artinya, dosis vaksin ini masih kurang untuk 6.341 orang yang ditargetkan mendapat vaksinasi di Tahap 1.

"Sampai saat ini belum ada laporan dropping vaksin yang baru dari pusat. Data vaksin yang masuk ke Jabar masih data terakhir dirilis, yaitu sekitar 350 ribuan, dan semuanya sudah didistribusikan ke kota dan kabupaten," kata Daud melalui ponsel, Minggu (14/2).

Daud mengatakan pemberian vaksin Covid-19 bersifat searah, yakni menunggu distribusi dari Kementerian Kesehatan RI. Setiap vaksin diterima Pemprov Jabar, katanya, langsung diberikan kepada kabupaten dan kota.

Halaman
12
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved