Breaking News

Menengok Batunyusun, Kekayaan Geologi Langka di Cimenyan Bandung, Bukti Fenomena Alam 7 Ribu Tahun

Menengok Batunyusun, kekayaan geologi langka di Cimenyan yang menjadi bukti pembalikan kutub paleomagnetic.

Istimewa
Batunyusun, kekayaan geologi langka bertaraf internasional yang terletak di perbatasan Desa Ciburial dan Desa Mekarsaluyu, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung. 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Di tengah aliran Sungai Cidurian, anak Sungai Citarum, terdapat kekayaan geologi langka bertaraf internasional yang bernama Batunyusun.

Kekayaan geologi ini berupa batu berlapis setinggi lima meter yang berusia ribuan tahun, berada di perbatasan Desa Ciburial dan Desa Mekarsaluyu, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung.

Tim Peneliti Geologi, yaitu Prof Dr RP Koesoemadinata dan Prof Dr Edy Sunardi, didampingi Ketua Harian Satuan Tugas Citarum Harum Mayjen (purn) Dedi Kusnadi Thamim serta Tim Ahli Satuan Tugas Citarum Harum Supardiyono Sobirin pun melakukan pertemuan pada Kamis (11/2/2021).

Baca juga: PVMBG Ungkap Penyebab Pergerakan Tanah di Nyalindung Sukabumi, Kesimpulan: Warga Harus Direlokasi

Baca juga: Bertemu saat Jadi Penabuh Gendang, Dory Harsa pernah Minder Disapa Nella Kharisma, Kini Jadi Istri

Mereka berdialog dengan pihak pengelola kawasan Dago Resor sebagai lokasi Batunyusun berada.

Dalam pertemuan tersebut hadir juga perwakilan Pemerintah Kabupaten Bandung untuk terlibat dalam upaya penyelamatan dan perlindungan kekayaan alam ilmiah yang langka di dunia ini.

Tim Ahli Satgas Citarum Harum, Sobirin, mengatakan akademisi menemukan sesuatu yang langka di Batunyusun yang merupakan cagar ilmiah bertaraf internasional.

Pihaknya telah bertemu dengan pengembang Dago Resor bersama-sama akan melestarikan Batunyusun, dengan merevisi siteplan Dago Resor di tempat tersebut, serta akan memberi aksesibilitasnya.

“Tim Batunyusun, tim Kabupaten Bandung, tim pengembang Dago Resor, segera bulan ini melakukan survei menentukan batas-batas demarkasi situs Batunyusun. Tim Batunyusun dan tim pengembang Dago Resor membuat revisi siteplan, menyusun rencana site management untuk lokasi keamanan etalase wisata Batunyusun,” kata Sobirin melalui siaran digital, Senin (15/2/2021).

Ketua Harian Satgas Citarum pun, katanya, meminta agar Pemerintah Kabupaten Bandung dan Provinsi Jawa Barat segera menyusun regulasi terkait perlindungan Batunyusun tersebut.

Dengan adanya temuan Batunyusun tersebut, kata dia, akan didukung penuh oleh Satgas Citarum Harum.

Selain memperkaya etalase DAS Citarum, Batunyusun merupakan warisan geologi yang harus dilindungi karena menurut para ahli, Batunyusun salah satu magnet bumi yang langka dan perlu menjadi Geopark serta bukti ilmiah terjadinya pembalikan kutub paleomagnetic.

Batuan singkapan ini telah merekam terjadinya pembalikan polaritas medan magnet bumi secara sistematik dalam ketebalan hanya lima meter secara menerus yang ternyata mewakili tujuh ribu tahun.

Gejala ini sangat jarang diketemukan di dunia, bahkan mungkin satu‐satunya.

Penelitian lanjutan yang diperlukan yaitu masih perlu diketahui dari segi petrologi jenis dan sifat‐sifat dari aliran lava Batunyusun ini berdasarkan adanya struktur aliran dan struktur lainnya sebagai terlihat dari foto‐foto singkapan.

Baca juga: Ashanty Sekeluarga Positif Covid-19, Istri Anang Sempat Memprihatinkan, Arsy Sedih Sampai Nangis

Baca juga: Tiga Curug di Kota Bandung Ini Bisa Menjadi Pilihan Saat Ingin Main Air dalam Suasana Tenang

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved