Tersesat di Hutan Gunung Putri

CERITA LENGKAP Avanza Tersesat, Lihat Ada Kampung di Tengah Hutan, Mau Putar Balik Dihadang Longsor

Sekitar 5 km setelah menempuh perjalanan tak karuan, Enjang akhirnya memutuskan berhenti.

Editor: Ravianto
TribunJabar.id/Firman Suryaman
Enjang Imron (48) bersama Adel (4), anak bungsunya, saat ditemui di rumahnya di Jalan Panunggal, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya, Senin (15/2/2021) sore. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Suryaman

TRIBUNJABAR. ID, TASIKMALAYA - Detik-detik mobil Toyota Avanza yang tersesat di Gunung Putri, Desa Maniis, Kecamatan Cingambul, Majalengka, Jumat (12/2) malam hingga Sabtu (13/2) dini hari, diwarnai hal-hal aneh.

Menurut pengakuan pengemudi Avanza, Enjang Imron (48), yang ditemui di rumahnya di Jalan Panunggal, Kampung Ciawi, Kelurahan/Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya, yang ditemui Senin (15/2) sore, ada beberapa hal aneh dan horor.

"Pertama ketika kami tiba di pertigaan sebelum masuk kawasan Jahim sekitar pukul19.30. Jalan utama terhalang kabut, tapi anehnya seperti ada jurang di depan," kata Enjang.

Ia kemudian seperti tergiring belok kiri dan menurut Enjang suasana horor pun dimulai.

"Saya sebenarnya ingin memutar balik mobil, tapi seperti ada perkampungan di depan. Suasananya seperti ramai. Apalagi samar-samar seperti ada suara azan," ujar Enjang.

Namun perjalanan menapaki jalan berbatu dan sempit itu malah semakin mencekam.

Sekitar 5 km setelah menempuh perjalanan tak karuan, Enjang akhirnya memutuskan berhenti.

"Saya lihat melalui lampu depan ternyata suasananya hanya hutan. Di sisi kiri jurang dan sisi kanan tebing," kata Enjang.

Di situ pula Enjang nekat memarkir mobil walau jalan sempit.

Setelah berhasil memutar, mobil berjalan lagi. Namun salah satu ban pecah.

Saat akan mengganti ban hujan pun turun. Enjang kemudian memundurkan kendaraan karena posisinya tidak pas. 

Baca juga: UPDATE WARGA TASIK TERSESAT di Hutan Gunung Putri, Sopir Sadar setelah Ban Mobilnya Bocor

Baca juga: BIKIN Bulu Kuduk Merinding, Banyak Cerita Mistis di Lokasi Mobil Tersesat di Hutan Gunung Putri

"Beberapa saat kemudian kami mendengar suara gemuruh dan ternyata terjadi longsor menutupi jalan," ujar Enjang. Seluruh penumpang berupaya tenang dan berdoa.

Setelah agak reda, Enjang pun keluar mobil bermaksud mengganti ban. Saat itu jam menunjukkan pukul 21.00. 

"Namun saat saya berada di luar, saya mendengar suara orang meminta tolong. Ada pula suara meminta ampun. Saya langsung kembali masuk mobil dan semua terus berdoa," kata Enjang.

Ade (45), kerabat Enjang, kemudian berinisiatif menghubungi kenalannya di Majalengka untuk meminta tolong.

"Alhamdulillah telepon menyambung dan kami akhirnya diam di dalam mobil selama beberapa jam menunggu pertolongan datang," ujar Enjang.

Pertolongan pun akhirnya datang, dan membuat lega dan haru seluruh penumpang. "Kami kemudian dievakuasi ke pertigaan," kata Enjang.

Setiba di pertigaan, Enjang langsung terkejut setelah melihat jalan yang tadinya terlihat ditutupi kabut dan terdapat jurang, ternyata adalah jalan utama menuju Tasikmalaya.

"Di sisi kananya juga terdapat rumah makan dengan halaman parkir yang luas dan terang benderang. Padahal sebelumnya saya lihat ditutupi kabut dan terdapat jurang," ujar Enjang. (firman suryaman)

Mobil Bawa 7 Orang

Tujuh warga tersesat di kawasan hutan Gunung Putri saat menuju Tasikmalaya, Jumat (12/1/2021), pukul 23.00 WIB.

Mereka yang merupakan warga Tasikmalaya itu pergi menggunakan mobil Avanza.

Selama tiga jam keluarga tersebut tersesat di Gunung Putri, Desa Maniis, Kecamatan Cingambul, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.

Baca juga: Detik-detik Mobil Tersesat di Hutan Gunung Putri, Sopir Lihat Jurang Lalu Belok Kiri, Jalan Mulus

Baca juga: Ini Penyebab Mobil Tersesat di Majalengka, Masuk ke Kawasan Hutan Gunung Putri Sejauh 5 Km

Mobil tersebut dikemudikan Enjang Emron (49).

Sebelum tersesat di tengah hutan, penumpang mobil itu sempat beristirahat di sekitar lokasi.

Kepala Dusun I Desa Maniis, Asep Saepul Rohman, mengatakan rombongan itu berhenti untuk melaksanakan sholat Magrib.

Sopir tidak menggunakan peta biasa maupun peta digital seperti Google Maps.

"Ia berhenti sebentar untuk sholat Magrib. Akhirnya ia berangkat lagi dan tidak menggunakan Google Maps. Ia berangkat lagi sekitar pukul 19.00 WIB," ujar Asep, Minggu (14/2/2021), dikutip dari Kompas.com.

Asep mengatakan sopir mengalami kejadian aneh saat melanjutkan perjalanan.

Saat itu hutan tertutup kabut tebal karena lokasi sempat diguyur hujan.

Hujan Deras dan Kabut Tebal, Avanza Berpenumpang 7 Orang Tersesat Masuk Hutan, Ini Para Korban
Hujan Deras dan Kabut Tebal, Avanza Berpenumpang 7 Orang Tersesat Masuk Hutan, Ini Para Korban (istimewa)

Kronologi Tersesat

Asep menjelaskan sopir melihat jurang. Ia kemudian tersesat setelah menghindari jurang tersebut.

"Di depannya ia melihat jurang. Akhirnya ia belok kiri, sebab jalan tersebut bagus dan banyak lampu-lampu," ujar Asep.

Asep menjelaskan, sebenarnya jurang yang dilihat sang sopir adalah jalan menuju Tasikmalaya, yang sejak awal dituju mobil berisi tujuh orang anggota keluarga tersebut.

Jalan tersebut, menurut Asep, adalah jalan alternatif menuju Tasikmalaya.

"Memang kalau dia lurus itu bisa ke Tasikmalaya. Mungkin karena ia lelah atau apa, akhirnya ia melihat jurang di depannya. Dia waktu itu belok kiri. Dia juga tidak terasa kalau jalan dilaluinya itu semak-semak dan penuh batu," kata Asep.

Asep mengatakan, mobil yang berisi 7 orang tersebut baru menyadari tersesat ketika salah satu ban mobil bocor.

Saat ban mobil tersebut bocor, menurut Asep, sang sopir mulai sadar bahwa ia dan rombongannya tersesat di tengah hutan Gunung Putri.

Mobil yang tersesat di Hutan Gunung Putri, Majalengka, saat ditemukan, Sabtu (13/2/2021) dini hari.
Mobil yang tersesat di Hutan Gunung Putri, Majalengka, saat ditemukan, Sabtu (13/2/2021) dini hari. (Istimewa)

"Akhirnya sang sopir mengabari temannya yang ada di Majalengka dan sekitarnya kalau ia tersesat.

Beruntung warga mengetahui, akhirnya berhasil dievakuasi," kata Asep.

Menurut Asep, di lokasi tersebut memang sering terjadi kendaraan yang tersesat dan kecelakaan.

"Intinya harus banyak-banyakin doa lah (istighfar). Kalau misalnya mesin rem sudah panas, mending perjalanan dihentikan dan juga hati-hati," kata dia.

Kini, mobil yang berisi satu keluarga asal Tasikmalaya tersebut berhasil dievakuasi warga dan kepolisian.

Proses penyelamatan mobil berlangsung dramatis, sebab medannya sulit, penuh semak-semak dan batu.

Pihak Polres Majalengka mengungkapkan, saat mobil tersesat, kondisi hutan penuh kabut tebal.

Selain itu cuaca sedang hujan, sehingga menyulitkan sang sopir mengendarai mobil.

"Akibatnya itu kabut tebal dan hujan yang cukup deras. Kemudian juga sang pengemudi belum mengenal jalan," kata Kepala Urusan Sub Bagian Humas Polres Majalengka, Aipda Riyana, kepada Kompas.com, Sabtu (13/2/2021).

Riyana mengatakan, mobil tersebut tersesat di hutan selama 3 jam.

Penumpang Berhasil Dievakuasi

Ada tujuh warga Tasikmalaya di mobil tersebut.

Kapolres Majalengka, AKBP Syamsul Huda melalui Kapolsek Cingambul, AKP Udin Saepudin, mengatakan mobil tersebut tersesat sejauh 5 kilometer dari jalan raya.

Diketahui, peristiwa itu terjadi di jalan menuju hutan Gunung Putri, Blok Maniis Tonggoh, Desa Maniis.

"Setelah mendapat laporan, tiga anggota kami dan dibantu seorang warga melakukan pencarian tujuh warga yang tersesat menuju hutan Gunung Putri akibat kabut tebal dan hujan yang cukup deras. Pengemudi diduga belum mengenal kondisi jalan," ujar Udin saat dikonfirmasi, Minggu (14/2/2021).

Saat jalan berkabut, sopir malah mengarahkan mobil minibus bernomor polisi Z 1167 LD masuk ke dalam hutan.

Keluarga tersebut berhasil diselamatkan anggota Polsek Cingambul bersama warga sekitar.

mobil tersesat di Hutan Gunung Putri, Majalengka.
mobil tersesat di Hutan Gunung Putri, Majalengka. (istimewa)

Mobil tersebut dikemudikan oleh Enjang Imron (49), warga Jalan Panunggal, Kampung Ciawi, Kelurahan Cipedes, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya.

Kemudian, enam penumpang antara lain, Makmur (82), warga Cilangge, Kelurahan Karikil, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya; Aen (75), warga Kelurahan Panyingkiran, Kecamatan Indihiang Tasikmalaya; dan Rukoyah (70), warga Mangkubumi, Tasikmalaya.

Selain itu ada Deuis (50), warga Mangkubumi, Tasikmalaya dan Ade Suhartini (45), warga Kelurahan Panyingkiran, Kecamatan Indihiang, Tasikmalaya.

Kapolsek menambahkan, anggota Polsek Cingambul yang turun ke lokasi kejadian adalah Aipda Ii Kustianto, Aipda Hadi Riyanto, dan Bripka Yanuar.

"Mereka melakukan pencarian dengan dibantu oleh seorang warga sekitar menyusuri jalan yang diduga jalur dilewati oleh kendaraan yang tersesat," ucapnya.

Dikatakan Kapolsek, pencarian para penumpang mobil tersebut dilakukan berjalan kaki karena jalan tersebut tertutup longsor di beberapa titik.

Akhirnya, kendaraan dapat ditemukan pada Sabtu (13/2/2021) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB.

"Kemudian, semua penumpang dan pengemudi dievakuasi menuju rumah warga dalam keadaan selamat dengan dibantu warga," ujar dia.

Kapolsek mengatakan, para korban sudah kembali ke tempat asalnya di Tasikmalaya.

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved