Tersesat di Hutan Gunung Putri
CERITA LENGKAP Avanza Tersesat, Lihat Ada Kampung di Tengah Hutan, Mau Putar Balik Dihadang Longsor
Sekitar 5 km setelah menempuh perjalanan tak karuan, Enjang akhirnya memutuskan berhenti.
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Suryaman
TRIBUNJABAR. ID, TASIKMALAYA - Detik-detik mobil Toyota Avanza yang tersesat di Gunung Putri, Desa Maniis, Kecamatan Cingambul, Majalengka, Jumat (12/2) malam hingga Sabtu (13/2) dini hari, diwarnai hal-hal aneh.
Menurut pengakuan pengemudi Avanza, Enjang Imron (48), yang ditemui di rumahnya di Jalan Panunggal, Kampung Ciawi, Kelurahan/Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya, yang ditemui Senin (15/2) sore, ada beberapa hal aneh dan horor.
"Pertama ketika kami tiba di pertigaan sebelum masuk kawasan Jahim sekitar pukul19.30. Jalan utama terhalang kabut, tapi anehnya seperti ada jurang di depan," kata Enjang.
Ia kemudian seperti tergiring belok kiri dan menurut Enjang suasana horor pun dimulai.
"Saya sebenarnya ingin memutar balik mobil, tapi seperti ada perkampungan di depan. Suasananya seperti ramai. Apalagi samar-samar seperti ada suara azan," ujar Enjang.
Namun perjalanan menapaki jalan berbatu dan sempit itu malah semakin mencekam.
Sekitar 5 km setelah menempuh perjalanan tak karuan, Enjang akhirnya memutuskan berhenti.
"Saya lihat melalui lampu depan ternyata suasananya hanya hutan. Di sisi kiri jurang dan sisi kanan tebing," kata Enjang.
Di situ pula Enjang nekat memarkir mobil walau jalan sempit.
Setelah berhasil memutar, mobil berjalan lagi. Namun salah satu ban pecah.
Saat akan mengganti ban hujan pun turun. Enjang kemudian memundurkan kendaraan karena posisinya tidak pas.
Baca juga: UPDATE WARGA TASIK TERSESAT di Hutan Gunung Putri, Sopir Sadar setelah Ban Mobilnya Bocor
Baca juga: BIKIN Bulu Kuduk Merinding, Banyak Cerita Mistis di Lokasi Mobil Tersesat di Hutan Gunung Putri
"Beberapa saat kemudian kami mendengar suara gemuruh dan ternyata terjadi longsor menutupi jalan," ujar Enjang. Seluruh penumpang berupaya tenang dan berdoa.
Setelah agak reda, Enjang pun keluar mobil bermaksud mengganti ban. Saat itu jam menunjukkan pukul 21.00.
"Namun saat saya berada di luar, saya mendengar suara orang meminta tolong. Ada pula suara meminta ampun. Saya langsung kembali masuk mobil dan semua terus berdoa," kata Enjang.