Tadi Pagi Presiden Jokowi Kunjungi Kampung Halaman SBY, Resmikan Bendungan Tukul

Presiden Joko Widodo hari ini, Minggu (14/2/2021) terbang ke Pacitan, Jawa Timur, untuk meresmikan Bendungan Tukul di Pacitan, kampung SBY

Editor: Ravianto
(Dok. Istana Kepresidenan/Agus Suparto)
Presiden Jokowi saat berada di Bendungan Tukul di Pacitan, Jawa Timur, usai diresmikan, Minggu (14/12/2021). 

Namun terkendala masalah pembebasan lahan sehingga kemudian mundur hingga tahun 2020.

Bendungan akan memiliki kapasitas 8,68 meter kubik dan diharapkan dapat mengairi lahan seluas 600 hektar. Bendungan ini mampu menyediakan pasokan air baku sebesar 0,35 meter kubik per detik.

Tak hanya itu, waduk ini juga akan dilengkapi pembangkit listrik dengan kapasitas listrik sebesar 0,64 MW.

Pekerjaan konstruksi dilaksanakan oleh PT Brantas Abipraya (Persero) di bawah supervisi PT Mettana (JO) Anugerah Kridaparadana.

Dikomentari Andi Arief

Sementara itu, politikus Partai Demokrat berkomentar di twitter beberapa saat setelah Jokowi meresmikan bendungan Tukul di kampung halaman SBY di Pacitan.

"Belajar dari pembangunan waduk di Pacitan, belajar soal continuitas. Pojek MP3EI ini saya ingat konstruksinya dibangun 2013. Rencana selesai 2016 namun mundur menjadi 2021 ini. Banyak Projek MP3EI yang dirancang zaman SBY dilanjutkan Pak Jokowi. Contoh baik," tulis Andi Arief.

Cuitan SBY di Medsos terkait kritik

Sebelumnya, Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY angkat bicara soal kritikan yang marak diperbincangkan usai pernyataan Presiden Jokowi soal pemerintah menerima Kritik,

SBY membuat perumpamaan antara kritikan dan pujian dengan obat dan gula.

Hal ini disampaikan oleh SBY dalam akun twitter resmi miliknya @SBYudhoyono pada Sabtu (13/2/2021) kemarin.

Perumpamaan yang dimaksud ialah, obat terasa pahit namun jika obatnya tepat dan dosisnya tepat maka akan membuat seseorang menjadi sehat.

Namun, gula juga terasa manis namun bila dikonsumsi terlalu banyak akan mendatangkan penyakit.

“Obat itu rasanya "pahit". Namun bisa mencegah atau menyembuhkan penyakit. Jika obatnya tepat & dosisnya juga tepat, akan membuat seseorang jadi sehat. Gula itu rasanya manis, tetapi kalau dikonsumsi secara berlebihan bisa mendatangkan penyakit,” cuit SBY dikutip dari Kompas.TV.

Lanjut dengan perumpamaan tersebut, SBY jelaskan Kritikan adalah obat yang bila benar dan tidak kasar akan bisa mencegah kesalahan

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved