Libur Imlek 2021, Tak Perlu Bawa Surat Hasil Rapid Test Antigen untuk Masuk Obyek Wisata di Sumedang
Sejumlah obyek wisata di Kabupaten Sumedang dipastikan tidak mewajibkan para pengunjung untuk membawa surat Rapid Test Antigen saat libur Imlek
Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Seli Andina Miranti
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin
TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Sejumlah obyek wisata di Kabupaten Sumedang dipastikan tidak mewajibkan para pengunjung untuk membawa surat Rapid Test Antigen saat libur Imlek 2021.
Pasalnya, jumlah pengunjung di sejumlah obyek wisata di Kabupaten Sumedang diprediksi tidak akan mengalami peningkatan yang sangat signifikan, meskipun libur kali ini termasuk libur panjang.
Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Sumedang, Hari Trisantosa, mengatakan, terkait aturan masuk ke obyek wisata itu masih tetap sama dengan hari-hari sebelumnya.
"Enggak harus (Rapid Tes Antigen), tapi tetap harus menerapkan protokol kesehatan seperti biasa," ujarnya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Jumat (12/2/2021).
Hari memprediksi, pada libur Imlek, termasuk libur panjang kali ini, tingkat kunjungan ke obyek wisata di Kabupaten Sumedang paling hanya sampai 10 hingga 10 persen.
Hal tersebut, kata Hari, karena dipengaruhi dengan adanya pembatasan kunjungan 50 persen selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) atau Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Proporsional, dari mulai 9 hingga 22 Februari 2021 mendatang.
• Tusuk Polisi Pakai Gunting saat Dibonceng ke Polsek, Kaki Begal Kambuhan Ini Ditembak
"Kemungkinan peningkatan jumlah pengunjung ada, tapi dengan adanya pembatasan, akhirnya bakal kurang signifikan," kata Hari.
Bahkan, lanjut Hari, tingkat kunjungan obyek wisata sejak beberapa hari yang lalu masih tergolong sepi dengan adanya kebijakan tersebut. Tetapi, hal itu tetap harus dipatuhi demi mencegah penyebaran virus Corona di Sumedang.
"Pada libur panjang kali ini, paling tingkat kunjungan hanya 10 sampai 20 persen, itu sangat kecil," ucapnya.
Namun, meski tingkat kunjungan pada libur Imlek kali ini diprediksi tidak akan naik signifikan, pihaknya tetap menginstruksikan pengelola obyek wisata untuk menerapkan protokol kesehatan yang ketat.
"Tetap, mereka harus melakukan pengecekan suhu tubuh dengan thermal gun, menjaga jarak, sehingga Satgas Covid-19 harus berjaga-jaga," kata Hari.
• 6.000 Milenial Sudah Daftar Program 5.000 Petani Milenial Jawa Barat, Syarat Lolos Harus Seperti Ini