MEMPRIHATINKAN, Keluarga di Sumedang Tinggal di Rumah Reyot 30 Tahun, Didatangi Bupati Dony

Yani Yuningsih (44) terpaksa tinggal di rumah reyot selama 30 tahun karena keterbatasan biaya.

Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Giri
Tribun Jabar/Hilman Kamaludin
Kondisi rumah milik Yani Yuningsih (44) warga Lingkungan Bebedahan, RT 1/9, Kelurahan Kotakulon, Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang. 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Yani Yuningsih (44) terpaksa tinggal di rumah reyot selama 30 tahun karena keterbatasan biaya.

Yuni Yuningsih merupakan warga Lingkungan Bebedahan, RT 01/09, Kelurahan Kotakulon, Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang.

Kondisi rumah Yani rusak parah.

Bagian atap sudah banyak yang jebol hingga nyaris ambruk, sehingga masuk kategori rumah tidak layak huni (rutilahu).

Pada bagian belakang, beberapa bagian sudah tampak lapuk hingga ada yang ambruk setelah diterjang hujan deras disertai angin kencang yang terjadi sejak beberapa hari lalu.

"Selama ini saya bekerja serabutan dan tidak mampu memperbaiki rumah yang sudah reyot dan nyaris ambruk ini," ujar Yani saat ditemui di rumahnya, Jumat (12/2/2021).

Ia mengatakan, rumah tersebut merupakan peninggalan orang tuanya dan sudah ditempati selama 30 tahun.

Baca juga: Adik Membantah Saat Dinasihati karena Bisa Bela Diri, Kakak Ambil Golok di Dapur, Leher Ditebas

Baca juga: KABAR Gembira untuk Pemburu Diskon, Eiger Potong Harga hingga 50 Persen Setelah Diingatkan

Selama itu juga, kata Yani, rumah tersebut sama sekali belum pernah diperbaiki.

Perbaikan terakhir, lanjut dia, dilakukan saat masih ada orang tuanya. Padahal rumah tersebut selama 30 tahun ditempati oleh dua kepala keluarga (KK).

"Terakhir diperbaiki waktu masih ada bapak saya, sekitar 30 tahun lalu. Kalau yang tinggal di rumah ini ada dua keluarga, saya sama adik dan anak-anak," katanya.

Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, saat melihat kondisi rumah milik Yani Yuningsih (44) warga Lingkungan Bebedahan, RT 01/09, Kelurahan Kotakulon, Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang, Jumat (12/2/2021).
Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, saat melihat kondisi rumah milik Yani Yuningsih (44) warga Lingkungan Bebedahan, RT 01/09, Kelurahan Kotakulon, Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang, Jumat (12/2/2021). (Tribun Jabar/Hilman Kamaludin)

Kini, Yani dan keluarganya bakal menempati rumah yang layak huni karena akan diperbaiki melalui program rehab rumah tidak layak huni (rutilahu) dari Pemerintah Kabupaten Sumedang bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Sumedang.

"Saya berterima kasih kepada bupati dan Baznas Sumedang yang telah membangun rumah saya. Saya sangat senang sekali rumah ini dibangun. Mudah-mudahan setelah ada bantuan ini, saya bisa lebih tenang karena selama ini takut rumah ini ambruk," ucap Yani.

Baca juga: Tak Bisa Kumpul Keluarga karena Pandemi Covid-19 Belum Hilang, Pengguna GoSend Melonjak hingga 90%

Baca juga: PNS Subang Harus Sabar Menunggu, Dana Tukin dan TPP Belum Bisa Masuk Rekening, Ini Persoalannya

Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, memastikan, rumah Yani yang sudah tidak layak huni itu akan segera diperbaiki melalui program rutilahu baik dari pusat, provinsi, kabupaten, dana CSR serta Baznas Kabupaten Sumedang.

"Termasuk pada hari ini. Rumah Ibu Yani yang berada di Lingkungan Bebedahan ini akan dibantu oleh Baznas Sumedang," kata Dony.

Selain itu, Dony juga mengajak agar stakeholder bisa meningkatkan empati untuk bisa membantu rutilahu di Kabupaten Sumedang. Sebab rumah sehat dan layak akan menentukan kualitas kehidupan masyarakat ke depan.

"Saya berharap para ketua RT/RW dan lurah bisa mendata kembali rumah tidak layak huni di lingkungan Bebedahan," ucapnya.

Jika sudah tidak ada lagi rumah yang tidak layak huni, maka diharapkan mampu menurunkan angka kemiskinan di Kabupaten Sumedang, termasuk terpenuhinya sandang, pangan, dan papan agar mencerminkan masyarakat yang sejahtera. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved