Breaking News:

Jika Wisatawan di Sumedang Naik Saat Libur Imlek, Rapid Test Antigen akan Diwajibkan

Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Sumedang

Tribuncirebon.com/Ahmad Imam Baehaqi
ilustrasi, Jika Wisatawan di Sumedang Naik Saat Libur Imlek, Rapid Test Antigen akan Diwajibkan 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Sumedang berencana mewajibkan pengunjung objek wisata membawa surat Rapid Test Antigen jika tingkat kunjungan naik saat libur Imlek 2021 ini.

Untuk sementara ini, tingkat kunjungannya diprediksi bakal naik sekitar 10 hingga 20 persen karena ada Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) atau Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Proporsional, dari mulai 9 hingga 22 Februari 2021 mendatang.

Kepala Disbudparpora Kabupaten Sumedang, Hari Trisantosa mengatakan, untuk saat ini pengunjung obyek wisata di Sumedang tidak diwajibkan untuk membawa surat Rapid Test Antigen.

"Nanti kedepan kalau kecenderungan ada kenaikan, kita akan mewajibkan (rapid test antigen)," ujarnya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Jumat (12/2/2021).

Razia Pekat di Hotel Melati di Cirebon, Ada Wanita Teriak, Sang Pria Maaf Pak Adik Saya Kesurupan

Hari mengatakan, Rapid Test Antigen tersebut akan diwajibkan khusus untuk pengunjung yang datang dari zona merah saja, sedangkan pengunjung dari daerah Sumedang kemungkinan tidak diwajibkan.

Hanya saja, kata Hari, jika pengunjung asal Sumedang berinisiatif untuk membawa dan menunjukan surat hasil Rapid Test Antigen, hal itu memang lebih baik.

"Iya itu lebih baik, tapi tetap tidak diwajibkan," kata Hari.

Menurutnya, hal tersebut dinilai penting dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19, terutama jika tingkat kunjungan obyek wisata naik signifikan.

Puasa Rajab Mulai Besok, Ini Bacaan Niatnya, Pintu Neraka akan Ditutup bagi yang Berpuasa 7 Hari

"Kalau untuk sekarang belum (diwajibkan), nanti kita akan cek kalau ada peningkatan pengunjung," ucapnya.

Namun, kata Hari, pengunjung obyek wisata harus tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat, dan pengelolanya harus melakukan pemantauan.

Penulis: Hilman Kamaludin
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved