Kamis, 7 Mei 2026

Viral Iklan Aisha Wedding Ajak Nikahi Anak-anak dan Berpoligami, Polisi Diminta Segera Usut

Dalam situsnya tertulis bahwa mereka menganggap pentingnya menikah di usia muda dan mengajak harus menikah pada usia 12 hingga 21 tahun. 

Tayang:
Editor: Ravianto
Tangkapan layar spanduk berisi iklan wedding organizer, Aisha Weddings. (Twitter: Sweta Kartika)
spanduk berisi iklan wedding organizer, Aisha Weddings 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Layanan pernikahan Aisha Weddings viral di media sosial dan menjadi bahan perbincangan warganet karena dianggap mendorong perkawinan anak.

Berdasarkan laman Facebook dan situs aishaweddings.com, penyelenggara acara tersebut memiliki spesialisasi dalam menyelenggarakan sebuah acara pernikahan atau wedding organizer (WO).

Dalam situsnya tertulis bahwa mereka menganggap pentingnya menikah di usia muda dan mengajak harus menikah pada usia 12 hingga 21 tahun. 

Ketua Komnas perempuan Andy Yentriyani menilai polisi perlu segera mengusut tuntas kasus tersebut.

Menurut Andy, langkah kepolisian diperlukan untuk mengurangi polemik yang tidak konstruktif dalam masyarakat. 

"Ini ruang kepolisian. Karenanya polisi perlu segera mengusut tuntas agar bisa mengurangi polemik tidak konstruktif di dalam masyarakat," kata Andy ketika dihubungi Tribunnews.com pada Kamis (11/2/2021).

Selain itu, kata Andy, Komnas Perempuan juga mendukung langkah kepolisian melakukan penyelidikan menyeluruh mengenai pelaksana iklan Aisha Weddings yang mempromosikan nikah dengan usia anak dan poligami tersebut.  

Sosok Gabriella Larasati yang Jadi Trending Topic, Dinilai Mirip Pemeran di Video Syur 14 Detik

KABAR TERKINI AC Milan, Misi Tersembunyi di Laga Lawan Spezia, Pantau Gebetan?

Hal itu karena iklan tersebut, kata Andy, terindikasi melakukan praktik perdagangan orang melalui modus perkawinan anak. 

"Komnas Perempuan juga mendukung langkah kepolisian melakukan penyelidikan menyeluruh mengenai pelaksana iklan ini sebab mendorong pelanggaran hukum terkait usia minimum pernikahan dan juga memiliki indikasi perdagangan orang melalui modus perkawinan anak," kata Andy. 

Diberitakan Kompas.tv sebelumnya, analis media sosial sekaligus pendiri Drone Emprit Ismail Fahmi mencurigai Aisha Weddings yang ramai sejak Rabu, (10/2/2021) memiliki misi tertentu.

Hal itu disebutkan Fahmi dalam cuitannya, @ismailfahmi, sejak Rabu malam (10/2/2021).

Ismail mengulik kejanggalan mulai dari domain yang sudah ada. "Sejak 2018 dan sebelumnya, semua redirect ke http://aishaevents.com. Lalu lompat diupdate pada 2021," cuitnya.

Walhasil, konten Aisha Weddings baru saja dibuat.

"Konten baru diupdate tanggal 9 Feb (kemaren banget), dan 10 Februari. Tampak landing page-nya baru dibandingkan dengan last update tahun 2018 lalu," kata Ismail.

KArena dibuat terburu-buru, konten belum lengkap, isi provokatif. Baru beberapa halaman yang terisi, seperti dalam beranda yang menuliskan "Keyakinan tentang Poligami" dan "Untuk Kaum Muda".

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved