Breaking News:

Cerita Pengusaha Claypot Popo Hadapi Tantangan Saat Pandemi, Inovasi Bisnis Kuliner

Adanya pembatasan sosial di masa pandemi membuat pelaku usaha kuliner mau tidak mau harus beradaptasi

Penulis: Putri Puspita Nilawati | Editor: Ichsan
instagram
Sajian hidangan Claypot Popo 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Putri Puspita

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Adanya pembatasan sosial di masa pandemi membuat pelaku usaha kuliner mau tidak mau harus beradaptasi dengan setiap perubahan yang terjadi.

Padahal sebagai pelaku usaha kuliner, menikmati sajian makanan secara langsung dan disantap selagi hangat memberikan pengalaman tersendiri bagi pelanggan yang datang.

Namun adanya pandemi merubah kebiasaan perilaku masyarakat, terutama dengan menikmati makanan di restoran.

Ketatnya protokol kesehatan dan adanya rasa khawatir yang timbul di masyarakat kini menjadi perhatian di pelaku bisnis kuliner.

Hal ini juga dirasakan oleh pemilik usaha Claypot Popo, Florencia Calista yang menceritakan pengalamannya di webinar Melaju Bersama Gojek.

Hotel Santika Cirebon Tawarkan Promo Spesial, Menginap Hanya Rp 500 Ribu Per Malam

"Saya bergabung sejak 2017 dan memanfaatkan layanan GoBizz yang ada di aplikasi Gojek untuk memudahkan mengganti jam operasional sendiri," ujar Florencia, Selasa (9/2/2021).

Di masa pandemi ini, Florencia mengakui menjadi tahun yan berat bagi Claypot Popo, karena pada dasarnya bisnis ini adalah bisnis kuliner yang memang lebih baik makan di lokasi.

Ia pun memikirkan solusi dari tantangan yang harus ia bereskan yaitu menghadirkan menu Claypot Popo dengan memanfaatkan teknologi digital.

"Tantangan yang di hadapi ya menjaga otentik produk yang memang lebih nikmat kalau dimakan secara langsung. Kita akhirnya bertahan dengan melayani pelanggan di rumah dengan bantuan Gojek sebagai penghubung," ujarnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved