Penemuan Mayat Perempuan

Malangnya Weni Tania yang Tewas Mengenaskan, Pernah Posting Kangen Alm Ayahnya, Ia Disebut Menyusul

Weni Tania adalah gadis yang ditemukan tewas dalam kondisi mengenaskan di Sungai Cimalaka Kecamatan Sucinaraja, Garut, Jumat (5/2/2021).

Penulis: Yongky Yulius | Editor: Widia Lestari
TribunJabar.id/Sidqi Al Ghifari
Liang lahat yang akan digunakan untuk memakamkan Weni Tania (21) di Sucinaraja, Garut. 

TRIBUNJABAR.ID - Weni Tania (21) adalah gadis yang ditemukan tewas dalam kondisi mengenaskan di Sungai Cimalaka, Kecamatan Sucinaraja, Garut, Jumat (5/2/2021).

Kisah hidupnya begitu malang, sudah sejak berumur 1 tahun ia tak hidup dengan orangtuanya.

Kedua orangtua Weni bercerai, kemudian sang ayah meninggal dunia.

Kini, beredar akun Instagram yang diduga milik Weni, @weni.tania.

Ada salah satu postingan akun tersebut yang mencuri perhatian.

Dalam postingan itu, akun Weni Tania mengunggah foto seorang bapak-bapak yang mengenakan peci.

Kemudian, di kolom caption, akun Weni menulis, "Kangen alm Ayah."

Ada satu warganet dengan nama akun @nralby yang mengomentari postingan tersebut.

Ia menyebut, Weni sekarang sudah menyusul ayahnya.

"Sekarang kamu sudah menyusul nya dek, semoga ditempat kan di tempat yang paling indah," tulis @nralby_, dikutip TribunJabar.id, Sabtu (6/2/2021).

Terbiasa Hidup Sendiri

Menurut keterangan salah seorang keluarga, Ai Kusmiati (40), Weni hanya diurus oleh bibi dan neneknya.

Weni tumbuh tanpa hadirnya orangtua di usia yang sedang membutuhkan kasih sayang Ibu dan ayahnya.

"Kadang, ya di rumah neneknya, kadang juga di sini di rumah bibi dan uwa nya, ya bisa dikatakan dia hidup tanpa perhatian langsung orangtua kandung," ucapnya.

Sejak saat itu, Weni hanya bergantung pada keluarga dari ibunya, Ai menjelaskan Weni tumbuh menjadi orang yang pendiam.

"Kalo mamahnya pulangnya dia (Weni) mah biasa-biasa saja, cuek. Diajak main juga tidak pernah mau, malahan kalo sakit juga diam saja, dipaksa diajak ke dokter juga," ucapnya.

Ai menjelaskan, rumah Weni berdempetan dengan rumah uwa nya, semasa hidup Weni sudah terbisa melakukan sesuatu sendiri.

"Masak, makan, dan tidur itu suka sendiri, kemana-mana sendiri, makanya pas pergi itu ya emang suka berpegian sendiri," jelasnya.

UPDATE Mayat Perempuan dengan Bambu Menancap di Tubuh, Terakhir Diketahui Pergi ke Rumah Pacar

LOCKDOWN Tiap Akhir Pekan, Warga Bandung Diminta di Rumah Saja Setiap Weekend

Ustaz Keturunan Prabu Siliwangi Ini Sering Lawan Dukun Santet, Ditegur Menag karena Tak Pakai Masker

Ai dan keluarga tidak menyangka nasib keponakannya itu berakhir dengan cara yang tidak wajar.

"Kami syok waktu dengar kabar itu, ya mau gimana lagi, yang sudah pergi tak akan kembali, mamahnya di Arab apalagi histeris, enggak kebayang mau gimana-gimana tapi tidak bisa pulang," ucapnya.

Ia berharap pihak kepolisian cepat mengusut tuntas apa yang sebenarnya terjadi pada keponakannya.

"Kalau misalkan ada dugaan dibunuh, semoga semuanya terbuka dengan jelas, kebenaran pasti terungkap,"

Sebelumnya, Weni meninggalkan rumah pada hari Selasa (2/2/2021) menuju rumah temannya, sepulang dari temannya ia pergi menaiki angkot sendirian, dikabarkan ia hendak menemui pacarnya.

Weni yang hidup seorang diri membuat keluarganya mengira bahwa dirinya sudah pulang, namun tetangganya menanyakan kondisi rumah yang terlihat gelap.

Mayat Perempuan Tertancap Bambu, Sebelum Hilang Sempat Pergi Sendiri ke Rumah Pacar Naik Angkot

"Kata tetangga, Weni kemana ko rumahnya gelap, baru laj kami mencari sana-sini, setelah beberapa hari ada kabar ia ditemukan sudah hilang (meninggal)," kata Ai Kusmiati saat diwawancarai Tribunjabar.id di rumah duka, Juma'at (5/2/2021).

Polisi sampai saat ini masih menyelidiki peristiwa yang membuat geger warga Sucinaraja tersebut.

"Kami sekarang tengah upaya penyelidikan lebih lanjut, sejauh ini baru 4 orang yang kami mintai keterangan sebagai saksi," ucapnya.

Sebelumnya diberitakan, penemuan mayat perempuan tertusuk bambu mengegerkan warga Sucinaraja.

Weni ditemukan tidak bernyawa dengan kondisi yang mengenaskan.

Kapolsek Wanaraja, Oon Suhendar mengatakan saat ditemukan  dalam kondisi yang tidak wajar dengan lubang dubur tertancap bambu.

"Saat ditemukan di sungai kecil, sungai Cimalaka, memang lubang dubur tertancap bambu kurang lebih 60 centimeter," katanya, Jum'at (5/2/2021).

Pihaknya kini tengah mendalami penemuan tersebut yang sejauh ini sudah memeriksa empat orang saksi.

"Kami sekarang tengan upaya penyelidikan lebih lanjut, sejauh ini baru 4 orang yang kami mintai keterangan sebagai saksi," ucapnya.

Kronologi Sebelum Ditemukan Meninggal

Pihak keluarga sudah menceritakan kronologi kepergian Weni dari rumahnya sebelum ditemukan meninggal dunia.

Belanja Makanan, Jangan Asal Beli Tempe, Perhatikan 3 Hal Ini untuk Menghindari Pilih Tempe Busuk

"Perginya dari hari selasa, katanya mau ke rumah temennya yang dekat pasar Wanaraja, udah itu pergi ke rumah pacarnya naik angkot entah kemana," kata Ai Kusmiati (40) yang merupakan Bibi Weni, saat ditemui Tribunjabar di rumah duka.

Ai mengatakan dirinya dan keluarga pada awalnya tidak curiga karena memang Weni sering berpegian ke rumah temannya.

"Ya kata temannya itu yang perempuan yang orang pasar itu, dia bilang ponakan saya naik angkot mau ke pacarnya," ujar Ai.

Lebih jauh Ai menjelaskan, Weni pergi meninggalkan rumah seorang diri pada hari Selasa (2/2/2021). 

"Berangkatnya sendiri, pas berangkat kayak yang terburu-buru, sampe rumah lupa dikunci, kan biasanya kalo mau pergi lama rumah suka dikunci," katanya.

Weni yang hidup sendiri membuat keluarga mengira bahwa dirinya sudah pulang, namun tetangganya menanyakan kondisi rumah yang terlihat gelap. 

AC Milan Sering Ganti Starting XI, Ini Pemain yang Sering Dimainkan Stefano Pioli

"Kata tetangga, Weni kemana ko rumahnya gelap, baru lah kami mencari sana-sini, setelah beberapa hari ada kabar ia ditemukan sudah hilang (meninggal)," ucapnya.

Semasa hidup Weni memang tidak banyak berkomunikasi dengan keluarga, ia adalah sosok pendiam.

"Orangnya pendiam, kalo ada apa-apa tidak pernah bicara, kadang dikasih makan juga harus dianterin baru bisa makan," ucap Ai.

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved