Breaking News:

LOCKDOWN Tiap Akhir Pekan, Warga Bandung Diminta di Rumah Saja Setiap Weekend

Ketua Harian Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Jabar, Daud Achmad, anjuran diam di rumah pada setiap akhir pekan ini mengikuti anjuran pemerintah pusat

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Ravianto
Tribun Jabar/Ery Chandra
Pemerintah Provinsi Jawa Barat meminta masyarakat untuk tetap di rumah saja setiap akhir pekan, termasuk pada masa libur Imlek 2021, yang juga jatuh pada akhir pekan. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pemerintah Provinsi Jawa Barat meminta masyarakat untuk tetap di rumah saja setiap akhir pekan, termasuk pada masa libur Imlek 2021, yang juga jatuh pada akhir pekan.

Ketua Harian Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Jabar, Daud Achmad, anjuran diam di rumah pada setiap akhir pekan ini mengikuti anjuran pemerintah pusat.

"Pemprov Jabar mengimbau kepada masyarakat Jabar untuk weekend di rumah saja. Bupati atau wali kota bisa membuat kebijakan sesuai kondisi wilayahnya," kata Daud di Gedung Sate, Jumat (5/2).

Permintaan agar masyarakat "me-lockdown" diri alias tetap di rumah saja pada setiap akhir pekan, termasuk saat libur Imlek, 12 Februari nanti, juga dilontarkan Gubernur Jabar Ridwan Kamil dalam Dialog Produktif yang diselenggarakan secara virtual oleh Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Kamis (4/2).

Pemerintah pusat, kata Emil, sudah memutuskan bahwa Tahun Baru Cina atau Imlek ditetapkan sebagai hari libur nasional meski di tengah pandemi Covid-19.

Ia meminta warga untuk diam di rumah agar tak ada lagi lonjakan kasus Covid-19 seperti yang terjadi dalam momen libur panjang sebelumnya.

"Kemarin dalam rapat dengan Presiden, sudah disepakati bahwa akan ada statemen dari pemerintah pusat bahwa Imlek itu tetap libur tapi tidak boleh jalan-jalan. Bahasanya macem-macem, di rumah saja dan sebagainya. Kami sudah melakukan hal yang sama untuk mengurangi potensi Covid-19 ini," kata Emil.

Setiap libur panjang, ujarnya, selalu terjadi kenaikan kasus Covid-19. Ini karena setiap libur panjang selalu saja terjadi pergerakan masif dari masyarakat.

"Karena rumusnya sederhana, di mana ada pembukaan pergerakan, maka kasus naik. Di mana ada penutupan pergerakan, kasus turun. Nah, libur panjang itu pembukaan atau pelonggan pergerakan, pasti aksus naik," katanya.

Menganggapi Jawa Tengah yang akan memberlakukan gerakan Di Rumah Saja pada 6-7 Februari ini, Emil mengatakan bahwa selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) ini semua kebijakan harus sama dikoordinasikan oleh pemerintah pusat.

Ustaz Keturunan Prabu Siliwangi Ini Sering Lawan Dukun Santet, Ditegur Menag karena Tak Pakai Masker

GEGER Penemuan Mayat Perempuan Ditusuk Bambu di Garut, Ini Fakta yang Diketahui Sejauh Ini

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved