Selasa, 2 Juni 2026

Superball

Kolom Ringan Hari Ini: Tottenham Tim Terburuk untuk Ditonton? Sungguh Kritik yang Amat Pedas!

DILIHAT prestasinya, siapa pun pasti mengakui Jose Mourinho adalah pelatih yang hebat. Ia sudah meraih berbagai trofi bergengsi bersama berbagai klub.

Tayang:
Penulis: Hermawan Aksan | Editor: Hermawan Aksan
AFP/CLIVE ROSE
Laga Chelsea vs Tottenham Hotspur pada lanjutan pekan ke-10 Liga Inggris yang berlangsung di Stadion Stamford Bridge, Minggu (29/11/2020) malam WIB. Menurut Paul Merson, Tottenham adalah tim terburuk untuk ditonton di Liga Inggris. 

Oleh Hermawan Aksan

DILIHAT dari prestasinya, siapa pun pasti mengakui bahwa Jose Mourinho adalah pelatih yang hebat. Ia sudah meraih berbagai trofi bergengsi bersama Porto, Chelsea, Inter Milan, Real Madrid, dan lain-lain.

Namun, dilihat dari pola dan strategi permainan yang selalu ia terapkan di klub yang ditanganinya, Jose Mourinho adalah pelatih yang membosankan.

Setidaknya saya melihatnya ketika ia menangani mulai Chelsea di periode pertama hingga sekarang Tottenham Hotspur.

Mantan Pemain Liverpool Ini Bilang Wijnaldum Ingin Pergi Bukan Karena Kegagalan Raih Trofi

Mantan Pemain Arsenal Ini Menilai Tottenham Tim Terburuk di Liga Inggris untuk Ditonton

Tottenham Ditaklukkan Chelsea, Jose Mourinho Berang: Penalti Itu Sulit Kami Terima

Mengapa membosankan? Karena ia lebih suka menerapkan sepak bola pragmatis: yang penting hasil akhir.

Satu strategi yang sering ia terapkan dan membuat permainan timnya menjemukan adalah pola bertahan total dan hanya mengandalkan serangan balik.

Orang menyebutnya strategi parkir bus. Ia menempatkan sepuluh pemainnya di sekitar kotak penalti sendiri dan hanya menyisakan satu pemain di wilayah depan yang juga sering turun ke daerah pertahanan sendiri.

Itulah yang ia perlihatkan ketika menangani Chelsea, yang sebelumnya kelihatan bergairah dengan strategi ofensif di era kepelatihan Ruud Gullit misalnya.

Di Inter Milan, saya ingat bagaimana di kandang sendiri, Stadion San Siro, Jose Mourinho memarkirkan bus di depan gawang ketika menjamu Barcelona.

Frank Lampard dan Jose Mourinho adu mulut
Frank Lampard dan Jose Mourinho adu mulut (Bolasport.com)

Begitu pula ketika menangani Real Madrid jika berhadapan dengan Barcelona meskipun di kendang sendiri.

Strategi yang sama ia pakai ketika melatih Manchester United, klub yang tidak pernah menerapkan strategi bertahan di bawah pelatih Sir Alex Ferguson.

Bayangkan, di Old Trafford, melawan tim yang setara, Liverpool dan Manchester City, Mourinho menerapkan strategi bertahan total.

Mourinho hanya menerapkan strategi ofensif jika berhadapan dengan tim papan bawah.

Lucunya, jika Mourinho berhadapan dengan tim papan bawah yang menerapkan strategi bertahan, ia akan mengkritik pola parkir bus tim papan bawah itu.

Salah satu contohnya ketika Tottenham Hotspur berhadapan dengan Brighton & Hove Albion, pada 1 Februari lalu.

Waktu pertandingan berakhir dengan skor 1-0 untuk kemenangan Brighton.

"Kami mendominasi dan mereka bertahan dengan sangat baik dan dengan semua yang mereka miliki," kata Jose Mourinho dikutip dari Football London, Senin (1/2/2021).

Mourinho kemudian mengomentari taktik yang digunakan Brighton khususnya setelah unggul 1-0. Meski tak langsung menyebut strategi lawan “parkir bus”, juru taktik asal Portugal itu menuding pasukan Graham Potter bertahan dengan enam pemain.

"Dan mereka menyelesaikan pertandingan dengan empat bek tengah dan dua bek sayap yang bukan merupakan kritik, itu yang terjadi," katanya.

Ia mengkritik strategi parkir bus seakan-akan ia tidak pernah melakukannya.

Kritik Pedas Paul Merson

Pada laga terakhir Tottenham, yakni melawan Chelsea, Jose Mourinho lagi-lagi menerapkan strategi parkir bus.

Hal itu tidak lepas pula pengamatan seorang pakar Liga Inggris, Paul Merson, yang menyebut Tottenham Hotspur adalah tim terburuk untuk ditonton di Premier League.

Wah, bagaimana bisa? Tottenham Hotspur sempat disebut-sebut sebagai tim penantang gelar Liga Inggris 2020-2021.

Penilaian itu muncul karena Tottenham berhasil menduduki puncak klasemen saat Premier League memasuki pekan ke-11 sampai 12.

Paul Merson
Paul Merson (Wikipedia)

Akan tetapi, anggapan itu kini mulai luntur seiring dengan penampilan Tottenham yang mulai kendur.

Sejak kalah 1-2 dari Liverpool dalam laga pekan ke-13 pada 16 Desember silam, Tottenham telah menelan enam hasil buruk dari delapan kali bermain di Liga Inggris.

Perincian hasil minor dalam periode itu adalah kalah empat kali dan imbang dua kali.

Penampilan tidak konsisten membuat Tottenham kini terdampar di urutan delapan klasemen sementara Premier League dengan raihan 33 poin dari 21 pertandingan.

Kini Tottenham terpaut tujuh angka dari tim yang menghuni urutan empat, Liverpool, dan tertinggal 14 angka dari pemuncak klasemen, Manchester City.

Rentetan hasil negatif yang dialami juga membuat Tottenham Hotspur dicap sebagai tim terburuk untuk disaksikan di Liga Inggris.

Ya, klaim tersebut datang dari pakar Liga Inggris, Paul Merson.

Merson merasa Tottenham terlalu cari aman dengan terus-menerus bertahan dalam setiap pertandingan.

Merson, yang pernah membela Arsenal dari 1985 sampai 1997, menyebut Tottenham sebagai contoh memalukan dari tim yang mentas di kasta tertinggi Liga Inggris.

"Beberapa penggemar Tottenham mungkin berpikir saya kasar, tetapi Tottenham saat ini adalah tim terburuk untuk ditonton di Liga Inggris," tutur Merson seperti dikutip BolaSport.com dari Sky Sports.

"Sheffield United berada di posisi terbawah liga dan hanya memenangi dua pertandingan, tetapi mereka pergi ke Manchester pada minggu lalu dan tidak melakukan apa yang dilakukan Tottenham dalam laga kandang, dan Sheffield United tidak memiliki pemain berbakat seperti yang dimiliki Tottenham."

"Fulham pun sama, tetapi setidaknya mereka mencoba untuk meraih hasil kala melawan Leicester City."

"Pertandingan pada Kamis malam saat melawan Chelsea, pada babak pertama, bagi penggemar Tottenham itu mungkin sangat memalukan."

"Memalukan untuk level tertinggi. Saya duduk menonton dan saya tidak percaya apa yang saya tonton."

"Sungguh mengejutkan apa yang dikatakan Jose Mourinho kepada para pemain itu."

"Chelsea bukan tim yang akan mencetak enam atau tujuh gol melawan Anda."

"Timo Werner adalah striker bagus yang masih belum menemukan performa terbaiknya."

"Dan Tottenham menghadapi penyerang tengah seperti Werner yang hanya mencetak satu gol ke gawang Morecambe dalam 18 pertandingan terakhirnya di semua kompetisi, tetapi Tottenham memasang 10 pemain di belakang," kata Merson.

Sungguh kritik yang sangat pedas dari Paul Merson.

Mau berkilah apa lagi, Mr. Mou? (*)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved