Breaking News:

Kasus Dugaan SPPD Fiktif Sekda Subang, Penyidik Sedang Mencari Tahu ke Mana Aliran Dana Rp 800 Juta

Kasipenkum Kejati Jabar Abdulmuis Ali mengatakan penyidik Kejari Subang akan transparan dalam menangani perkara dugaan SPPD fiktif.

Penulis: Mega Nugraha | Editor: Giri
Tribun Jabar
Sekda Subang Aminudin yang ditetapkan menjadi tersangka kasus SPPD fiktif. 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Mega Nugraha

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kasipenkum Kejati Jabar Abdulmuis Ali mengatakan penyidik Kejari Subang akan transparan dalam menangani perkara dugaan SPPD fiktif.

Kasus ini menyeret Sekretaris Daerah Pemkab Subang, Aminudin, sebagai tersangka.

Dalam perkara yang merugikan negara Rp 800 juta lebih itu, terjadi saat Aminudin menjabat Sekretaris DPRD Subang pada 2017.

"Beri kepercayaan ke penyidik Kejari Subang untuk bekerja dalam menangani perkara ini. Pastinya kami akan mengedepankan kepastian dan keadilan hukum," ujar Abdulmuis saat dihubungi pada Jumat (5/2/2021).

Aminudin yang merupakan mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pemkab Subang, saat ini ditahan seiring dengan penetapan tersangka.

Abdulmuis menerangkan, pemeriksaan penyidikan terus dilakukan oleh penyidik di Kejari Subang dengan memanggil sejumlah saksi.

"Dalam proses penyidikan yang saat ini berjalan, tidak menutup kemungkinan ada tersangka lain," ujar dia.

Korupsi SPPD fiktif bukan perkara baru.

Rapid Test Antigen Terus Ditingkatkan di Kabupaten Bandung, Tempat Kumpul Masyarakat Ini Ditutup

Ujang Bustomi Pengagum Rhoma Irama, Lagu Favorit Bulan Bintang, Namun Tak Dituruti Saat Minta Ini

Pembelaan Nia Ramadhani yang Dihajar Kritik Netizen Seusai Jadi Host TikTok Awards Bersama Raffi

Sebelumnya, Sekretaris DPRD Purwakarta pernah mengalami hal serupa dan akhirnya dibui.

Saat itu, kerugian negara Rp 2 miliar.

Uang korupsi, nyatanya mengalir ke para anggota dewan namun tidak ada tersangka dari anggota DPRD.

"Yang pasti, siapa pun pihak-pihak yang mengetahui soal pencairan anggaran untuk kegiatan yang tidak ada bakal dimintai keterangan," ucap dia

Soal kerugian negara Rp 800 juta, kata dia, penyidik masih memeriksa sejumlah saksi soal siapa saja yang menggunakannya.

Mayat Perempuan Tertancap Bambu 60 Cm di Garut Terungkap Identitasnya, Sering Nangis Sendiri

"Tentunya uang kerugian negara itu harus dikembalikan. Soal siapa yang harus mengembalikan, tunggu hasil penyidikan," katanya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved