Blok Tarikolot Majalengka Viral Disebut 'Kampung Mati', Kades: Perlu Diluruskan
Para warga meninggalkan kampung itu lantaran khawatir bencana pergerakan tanah kembali menimpa yang pernah terjadi beberapa tahun silam.
Penulis: Eki Yulianto | Editor: Seli Andina Miranti
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto
TRIBUNJABAR.ID, MAJALENGKA - Blok Tarikolot di Desa Sidamukti, Kecamatan/Kabupaten Majalengka kian viral lantaran kini tak berpenghuni ditinggal oleh para warganya.
Para warga meninggalkan kampung itu lantaran khawatir bencana pergerakan tanah kembali menimpa yang pernah terjadi beberapa tahun silam.
Masyarakat telah direlokasi di tempat lebih aman, yakni di Blok Buahlega.
Banyak masyarakat yang menyebut Blok Tarikolot dengan sebutan 'kampung mati' karena nyaris tak ada aktivitas kehidupan di dalamnya.
Rumah-rumah yang terdapat di area tersebut tampak kumuh dan kotor.
Situasi itu mendapat respon dari Kepala Desa (Kuwu) Desa Sidamukti alias yang memiliki wilayah di area tersebut, Karwan.
Karwan menilai, viralnya perkampungan yang ada di desanya perlu diluruskan.
Pasalnya, banyak informasi yang diterimanya sebutan 'kampung mati' lebih mengerucut ke desanya, bukan bloknya.
• Berita Persib, Liga 1 2021 Belum Pasti, Persib Bandung Pinjamkan Geoffrey Castillion ke Liga Italia
Padahal sebenarnya, hanya di salah satu blok, bukan di keseluruhan Desa Sidamukti.
"Saya merasa perlu meluruskan viralnya sebutan desa mati. Sebab, sebutan itu kurang tepat. Karena tidak semua penduduk Desa Sidamukti pindah meninggalkan kampungnya," ujar Karwan, Selasa (2/2/2021).
Ia menjelaskan, di kawasan itu terdapat sekitar 180 rumah.
Yang mana ditinggalkan oleh 253 Kepala Keluarga (KK).
Saat ini, kondisi rumah tersebut kebanyakan rusak parah.
"Namun jika menyebut Desa Sidamukti-nya salah," ucapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/blok-tarikolot-majalengka-yang-sudah-ditinggal-oleh-para-pemilik-rumahnya.jpg)