Breaking News:

Masuk Kabupaten Bandung Harus Bebas Covid-19, di Tol Soroja Ditemukan 3 Penumpang Bus Reaktif

Petugas gabungan dari Polisi, TNI, Satpol PP, Dishub, menemukan tiga orang penumpang bus reaktif, gelar rapid tes antigen

Penulis: Lutfi Ahmad Mauludin | Editor: Ichsan
tribunjabar/lutfi ahmad mauludin
Masuk Kabupaten Bandung Harus Bebas Covid-19, di Tol Soroja Ditemukan 3 Penumpang Bus Reaktif 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Lutfi Ahmad Mauludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG -  Petugas gabungan dari Polisi, TNI, Satpol PP, Dishub, menemukan tiga orang penumpang bus reaktif, setelah gelar rapid tes antigen secara acak, di Gerbang Tol Soroja, Kabupaten Bandung, Sabtu (30/1/2021).

Hal tersebut dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid 19 di Kabupaten Bandung.

Di sela kegiatannya mereka juga mengimbau, bagi siapa saja yang akan melakukan liburan ke wilayah Kabupaten Bandung,  harus menunjukkan surat keterangan bebas Covid-19 yang dibuktikan dengan hasil surat rapid test antigen atau PCR.

Kapolresta Bandung, Kobes Pol Hendra Kurniawan, melalui Kasatlantas Polresta Bandung, Erik Bangun Prakasa mengatakan egiatan tersebut dilaksanakan selama pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) tahap dua.

3.469 Nakes di Kota Tasikmalaya Ditargetkan Tuntas Divaksin Februari, 1.500 Lagi di Tahap Kedua

"Untuk rapid test antigen difokuskan di pintu gerbang keluar Tol Soroja. Targetnya adalah warga luar daerah yang akan melakukan liburan ke objek wisata di Ciwidey," ujar Erik.

Rapid test antigen ini, kata Erik, ditujukan kepada seluruh pengendara luar daerah yang akan berlibur ke lokasi wisata di Ciwidey, selain itu dilakukan secara acak kepada penumpang layanan transportasi umum.

"Sebab tak menutup kemungkinan ada penyebaran atau kontak erat dari klaster transportasi," ujarnya.

Erik menegaskan, yang pasti pihaknya akan persempit ruang gerak penyebaran Covid-19 dari berbagai sektor. 

Foto Makam Kang Pipit Preman Pensiun Dibagikan Epy Kusnandar, Ekspresi Kang Murad Bikin Sedih

"Maka dari itu sejumlah titik dan area publik akan disasar untuk mendeteksi kasus Covid-19 di masa PPKM. Tadi saja saja terdapat 3 orang yang reaktif," ujarnya. 

Selain itu, kata Erik, pihaknya juga menemukan bus yang kedapatan membawa muatan lebih.

"Kami menindak 3 (tiga) bus yang kedapatan membawa penumpang melebihi muatan dan tidak mematuhi protokol kesehatan," ucapnya.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved