Breaking News:

Gara-gara Pakai Ayam Hidup dalam Bansos, BPK RI Pun Turun Langsung Evaluasi ke Cianjur

Badan Pengawas Keuangan (BPK) RI turun ke Cianjur untuk mengevaluasi program Bantuan Pangan Non Tunai

Penulis: Ferri Amiril Mukminin
Editor: Ichsan
tribunjabar/ferri amiril mukminin
Anggota DPRD Kabupaten Cianjur memeriksa seekor ayam hidup yang diberikan kepada KPM program BPNT di Kecamatan Pagelaran, Kamis (29/1/2021) 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ferri Amiril Mukminin

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Badan Pengawas Keuangan (BPK) RI turun ke Cianjur untuk mengevaluasi program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

Kepala Dinas Sosial Amad Mutawali mengatakan, kedatangan BPK RI juga untuk menanyakan kabar yang viral mengenai bantuan ayam hidup dalam program BPNT.

Ia mengatakan, kemarin sudah membuat laporan kepada Kemensos terkait viralnya bantuan ayam hidup dalam program BPNT.

"Terkait kisruh tersebut kami sudah konfirmasi dan koordinasi sekaligus melakukan wawancara dengan agen e-warung, kami juga sudah sampaikan laporannya ke Kemensos untuk menjelaskan tentang kejadian distribusi ayam hidup tersebut," kata Mutawali ditemui di Dinas Sosial Kabupaten Cianjur Jalan Raya Bandung, Jumat (29/1/2021).

Awalnya Ragu, Kini Vega Darwanti Senang Setelah Disuntik Vaksin Covid-19, Lebih Optimistis

Mutawali berharap ke depan tak terulang lagi agar tak terjadi imbas kepada kecamatan lainnya. Ia juga mengimbau semua e-Warung untuk mentaati aturan yang ada seputar distribusi program BPNT.

"Pertama terkait bahan sembako bahwa ketentuan di program sembako harus ditaati supaya tak banyak masalah, kaitan dengan jenis bahan pangan kami sampaikan masalah harganya juga harus ditempel," katanya

Ia mengatakan, tak menutup kemungkinan selama masih dalam aturan untuk memberi kebebasan kepada keluarga penerima manfaat (KPM) untuk memilih kualitas barang yang akan mereka beli.

"Agar semua senang KPM juga terpenuhi gizinya, sesuai pedoman umum Permensos, dijelaskan jenis bahan pangannya ada daging kacang-kacangan tempe dan lainnya," katanya.

Peter Crouch Bertaruh dengan Rio Ferdinand: Liverpool Akan Finis di Atas Manchester United!

Ia mengatakan, terkait permasalahan dengan distribusi ayam hidup harus diluruskan, tinggal sosialisasi kepada KPM karena kalau menuruti mereka pasti keinginannya macam-macam.

"Kami memang menemukan fakta lain di laoangan ternyata keinginan KPM lain, kalau melihat fakta di Kecamatan Pagelaran di situ ada daging segar ayam kampung dipotong lebih segar lagi, namun butuh sosialisasi agar jenis bahan pangan yang diterima sesuai dengan ketentuan yang ada," katanya

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved