Ada Flek di Paru-paru dan Derita Batuk Flu, Bupati Sukabumi Batal Disuntik Vaksin Covid-19
Bupati Sukabumi Marwan Hamami gagal menjadi orang pertama yang mendapatkan vaksin Covid-19 di Kabupaten Sukabumi
Penulis: Fauzi Noviandi | Editor: Ichsan
Laporan Kontributor Kota Sukabumi, Fauzi Noviandi
TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - Bupati Sukabumi Marwan Hamami gagal menjadi orang pertama yang mendapatkan vaksin Covid-19 di Kabupaten Sukabumi, karena terdapat flek di paru-paru serta batuk dan flu.
"Saya tidak jadi di vaksin Covid-19, karena pertema karena tengah mengalami batuk dan flu, dan hasil laboraribum kemari di RS Sentul, paru - paru saya terdapat flek akibat pekerjaan lama," kata Marwan pada Wartawan di Puskesmas Cisaat, Jumat (29/1/2020).
Selain itu lanjut dia, dirinya hingga saat ini masih dalam pengawasan dokter spesialis, karena mengalami hipertensi jantung yang stabil. Sehingga vaksin ditunda sampai kondisi membaik.
"Alhamdulliah hari ini kondisi tekanannya stabil, namun kemarin, tekanannya bisa mencapai 180 per 90 hingga 100 mmHg. Sehingga disarankan vaksinasinya ditunda hingga kondisi saya mulai sehat," jelasya.
• KABAR TERBARU, Lowongan Kerja di Kementerian Kominfo untuk Lulusan S1/Fresh Graduate, Daftar di Sini
Berdasarkan pantauan Tribunjabar.id dilapangan, dari 20 orang yang direncakan diberikan vaksin Covid-19 terebut, selain Bupati Marwan Hamami, Kejari Bambang Yunianto, dan Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi Yudha Sukma Gara juga ditunda karena belum memenuhi kriteria untuk di vaksin.
Selain itu juga Dandim 0622/Kabupaten Sukabumi, Letkol Arm Suyikno tidak dapat diberikan vaksin karena penyintas Covid-19.
Pada kesempatan itu, hanya Kapolres Sukabumi AKBP Mokhamad Lukman Syarif yang diberikan vaksin Covid-19 tahap pertama.
• Banyak Anak Sekolah Pakai Kostum Badut Ngamen di Jalan, Kadisdik Garut Langsung Turun
Selain para pimpinan unsur Forkopimda Kabupaten Sukabumi, beberpa perwakilan organisasi kesehatan, dan pejabat dinas serta tokoh masyarkat lainya mengikutin vaksinasi Covid-19 dosis pertama.
"Karena dalam SOP-nya seperti itu, maka yang belum dilakukan vaksin karena belum memnuhi kriteria maka akan ditunda sampai dalam keadaan kondisi yang sehat, kecuali untuk orang yang sudah pernah terpapar Covid-19." ucap Marwan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/ada-flek-di-paru-paru-dan-derita-batuk-flu-bupati-sukabumi-batal-disuntik-vaksin-covid-19.jpg)